"Sepenuhnya kita serahkan pada proses yang berjalan. Demikian pula pertanyaan terkait prosedur hukum," kata Airlangga di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Rabu (26/9).
Airlangga menegaskan tidak tahu menahu terkait tudingan yang menyatakan ada aliran dana dari proyek PLTU Riau-1 ke Munaslub Golkar 2017.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak pernah memerintahkan atau meminta kader-kader partai Golkar atau siapapun untuk mencari dana yang tidak benar, atau melanggar hukum untuk kepentingan atau kegiatan partai Golkar," kata Airlangga.
Namun, Ace enggan berandai-andai soal pemanggilan itu. Terlebih, Airlangga telah membantah ada pertemuan dengan dua tersangka kasus itu, Eni Maulani Saragih dan Idrus Marham, untuk membahas proyek PLTU Riau-1.
"Ya kita tidak berandai-andai karena tadi sudah dibantah ketua umum. Bahwa tidak ada pertemuan yang membicarakan soal proyek PLTU itu ya," ujarnya.
"Itu nanti selalu yang namanya penyidik punya rencana, berdasarkan pengembangan hasil penyidikannya dia selalu akan menemukan siapa lagi yang akan dipanggil," kata Ketua KPK Agus Rahardjo di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (20/9).
Agus belum bisa memastikan kapan Airlangga yang juga Menteri Perindustrian bakal dipanggil penyidik lembaga antirasuah. Menurut Agus, pemanggilan seseorang sebagai saksi tergantung pada kebutuhan penyidikan.
(swo/arh)