BNPB Pakai Citra Satelit LAPAN Cari Titik Terparah Gempa Palu

Antara, CNN Indonesia | Minggu, 30/09/2018 07:05 WIB
BNPB Pakai Citra Satelit LAPAN Cari Titik Terparah Gempa Palu Gempa dan tsunami menerjang Donggala dan Palu pada Jumat (28/9). (Foto: REUTERS/Stringer)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menggunakan citra satelit beresolusi tinggi untuk mencari titik-titik terparah terdampak gempa dan tsunami yang terjadi di Donggala dan Palu pada Jumat (28/9) petang. Hal ini dilakukan atas permintaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Nantinya, hasil pemetaan untuk wilayah Donggala dan Palu akan dipakai untuk membantu proses evakuasi dan penyaluran bantuan. Menurutnya, saat ini masih banyak masyarakat korban gempa dan tsunami yang belum menerima bantuan.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengakui tim SAR di kesulitan menjangkau korban karena akses jalan rusak akibat gempa dan tsunami. Kondisi ini ditambah ketiadaan listrik dan layanan telekomunikasi.


"Harapannya, pihak internasional bisa mengirimkan citra satelit resolusi tinggi untuk bahan analisis supaya kita tahu di mana saja yang terdampak. Kami butuh citra satelit sedetail mungkin, hitungan centimeter sehingga objek-objek di darat dapat difoto jelas," ucap Sutopo seperti dilaporkan Antara.

Kepala Lapan Thomas Djamaluddin mengatakan pihaknya akan terus memperbarui informasi titik-titik terdampak bencana sesuai dengan perolehan citra satelit.

Untuk memperoleh informasi citra satelit terkait daerah terdampak gempa dan tsunami, masyarakat juga bisa menelusurinya melalui tautan https://pusfatja.lapan.go.id/index.php/tanggapbencana.

Menurut catatan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), gempa dengan magnitudo 6 skala Richter mengguncang Donggala pada pukul 14.00 WIB. Gempa susulan yang lebih besar berkekekuatan 7.4 SR kembali mengguncang Donggala yang memicu tsunami di Palu.

BNPB mencatat hingga Sabtu (29/9) sudah ada 384 orang meninggal dunia di Palu. Sementara di Donggala, BNPB belum bisa memberi data termutakhir karena keterbatasan akses. (evn)