"Kita di sini butuh makanan atau mie instan, hingga hari ini belum ada bantuan karena mungkin pemerintah masih fokus untuk penanganan di kota Palu yang banyak korban jiwa," ujar Arif kepada Antara, Minggu (30/9).
Selain makanan, ia juga mengatakan sekitar 1.000 pengungsi yang menempati perbukitan di Donggala Kodi, Sulawesi Tengah juga banyak anak-anak yang membutuhkan susu dan popok.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arif mengatakan saat ini jaringan telekomunikasi berangsu-angsur mulai pulih, meski listrik masih padam total. Ia dan ribuan pengungsi lainnya berharap segera mendapatkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sejak Sabtu (29/9) mengatakan telah mengirim sejumlah bantuan obat-obatan dan tenaga medis bagi korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.
Sebelumnya gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 SR mengguncang Donggala dan Palu pada Jumat (28/9) petang sekitar pukul 18.02 WITA disusul tsunami. BNPB mencatat hingga Sabtu (29/9) sudah ada 384 orang meninggal dunia di Palu. Sementara di Donggala, BNPB belum bisa memberi data termutakhir karena keterbatasan akses. (evn)