Wali Kota Kehabisan Kata-kata Puji Heroisme Petugas ATC Palu

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 30/09/2018 11:58 WIB
Wali Kota Kehabisan Kata-kata Puji Heroisme Petugas ATC Palu Kondisi Bandara Mutiara Sis Al Jufri yang rusak akibat gempa di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9). (ANTARA FOTO/Rolex Malaha)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto memuji aksi heroik Antonius Gunawan Agung, petugas Air Traffic Controller (ATC) yang tetap memandu pilot Batik Air ID 6231 saat terjadinya gempa Palu yang berpusat di Donggala, Jumat (28/9) petang.

Antonius baru melompat keluar dari jendela menara ATC setelah memastikan pesawat Batik Air lepas landas dengan selamat.

"Pilot dan semua penumpangnya sudah selamat setelah dipandu oleh Antonius. Tidak ada lagi kata-kata yang dapat menggambarkan aksi heroik beliau," kata Ramdhan saat melayat ke rumah kerabat Antonius di Makassar, Minggu (30/9).

"Antonius adalah pahlawan yang sesungguhnya. Saya kagum dan bangga dengan aksi heroiknya yang demi tugasnya tidak meninggalkan tempat walaupun nyawanya sedang terancam."

Paman korban, Sambas (58) bersama anggota keluarganya tidak mampu menahan tangis ketika jenazah dari Antonius disemayamkan di ruang tengah rumahnya.


"Almarhum ini semasa hidupnya berjiwa sosial. Dia selalu membantu orang-orang dan selalu ringan tangan. Saat almarhum pulang libur ke Makassar misalnya, dia selalu mengundang teman-temannya dan dia sangat baik," ujar Sambas.

Sebelumnya, saat gempa terjadi melanda Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pada Jumat (28/9), Agung tetap memandu pesawat Batik Air lepas landas, meski sejumlah rekannya di menara bandara turun menyelamatkan diri.

Setelah pesawat sudah lepas landas, yang bersamaan dengan dampak gempa yang semakin kuat, barulah Agung memutuskan melompat dari cabin tower (lantai empat) sehingga kakinya patah.

Personel AirNav lainnya di Palu kemudian membawanya ke rumah sakit, yang kemudian merujuknya ke rumah sakit yang lebih besar karena ada indikasi luka dalam.

AirNav berupaya untuk mendatangkan helikopter dari Balikpapan untuk membawa Agung ke rumah sakit yang lebih besar. Namun karena kondisi bandara rusak parah akibat gempa, helikopter baru dapat diterbangkan pagi ini.

Agung rencananya dibawa ke bandara untuk diterbangkan dengan helikopter menuju Balikpapan. Namun sebelum helikopter tiba, dia sudah meninggal dunia.

Aksi heroik Agung juga mendapat pujian dari pilot Batik Air ID 6231, Kapten Ricosetta Mafella.

Ricosetta menyebut Antonius sebagai seorang malaikat pelindung yang telah menyelamatkan nyawanya karena telah mengizinkannya untuk lepas landas lebih cepat.

"Terima kasih telah menjaga saya dan mengawal saya selamat hingga lepas landas," tuturnya.

"Saya merasa terhormat untuk Antonius Gunawan Agung sebagai malaikat pelindung saya di Palu. Istirahatlah dengan damai, Tuhan besertamu," ucapnya.

Agung lahir di Abepura pada 24 Oktober 1996 dan telah disemayamkan di rumah kerabatnya di Makassar dan selanjutnya akan dimakamkan Senin (1/10) sesuai permintaan pihak keluarga.
(Antara/vws)