Berjubel di depan Hercules, Warga Ingin Pergi dari Palu

Dias Saraswati, CNN Indonesia | Senin, 01/10/2018 09:21 WIB
Berjubel di depan Hercules, Warga Ingin Pergi dari Palu Korban gempa menunggu giliran untuk dievakuasi menggunakan pesawat Hercules di Bandara Mutiara Sis Al Jufri Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Palu, CNN Indonesia -- Peristiwa gempa dan tsunami yang terjadi di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9), memicu ketakutan warga terkait gempa susulan. Mereka berlomba keluar Palu dengan beragam cara. Termasuk, berjubel di dekat pesawat TNI yang mendarat.

CNNIndonesia.com berkesempatan untuk langsung terbang ke Palu dengan menumpang pesawat hercules milik TNI, Minggu (30/9).

Tiba di Bandara Mutiara Sis Al Jufri, Palu, CNNIndonesia.com masih harus mengantre untuk keluar dari pesawatHhercules tersebut. Sebab, pesawat itu tak sekedar membawa awak media saja, tetapi juga relawan serta bantuan bagi para korban.


Para awak media pun lantas ikut serta bersama para relawan dan personel TNI untuk mengeluarkan bantuan tersebut dari pesawat.

Belum selesai semua bantuan itu dikeluarkan, tiba-tiba segerombolan masyarakat justru mendekati pesawat Hercules tersebut. Mereka ingin naik ke pesawat dengan tujuannya untuk keluar dari Palu.

Alasannya, mereka trauma dengan getaran gempa sebesar 7,7 SR yang terjadi Jumat lalu dan ingin segera keluar dari Palu. Apalagi, sampai saat ini mereka juga masih terus merasakan gempa susulan.

Warga histeris saat mencoba mengevakuasi diri dari Palu dengan pesawat Hercules di Bandara Mutiara Sis Al Jufri Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9).Warga histeris saat mencoba mengevakuasi diri dari Palu dengan pesawat Hercules di Bandara Mutiara Sis Al Jufri Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
"Pokoknya saya mau naik pesawat terserah dibawa ke Makasar atau ke mana yang penting keluar dari Palu, takut gempa terus," kata Fatma, kepada CNNIndonesia.com, Minggu (30/9).

Ia pun sudah membawa semua perlengkapan yang ia butuhkan, termasuk kebutuhan untuk dua orang anaknya.

Hal yang sama juga diutarakan oleh Lina, yang mengaku memiliki saudara di Makassar. Karenanya, ia ingin bisa keluar dari Palu dan mengungsi sementara di ibu kota Sulawesi Selatan itu.

"Kalau bisa ke Makasar pengen ke Makassar aja, tapi kalau ini ke Jakarta juga enggak apa-apa yang penting enggak di sini, susah kalau masih di sini," tutur Lina.

Tak hanya warga Palu saja yang ikut mengantre untuk masuk pesawat, dari pantauan CNNIndonesia.com tampak beberapa warga negara asing juga ikut mengantre masuk ke pesawat TNI tersebut.

Personel TNI yang bertugas cukup kelawahan untuk meladeni warga yang terus memaksa ingin masuk ke dalam pesawat. Mereka pun terpaksa menutup pintu pesawat guna mencegah warga membludak masuk.

Diketahui, setiap harinya TNI menyiapkan pesawat hercules untuk mengangkut bantuan ke Palu. Kemudian dari Palu, biasanya pesawat akan mengangkut warga Palu menuju ke Makasar atau ke Jakarta, namun hal itu diprioritaskan bagi warga yang membutuhkan perawatan medis. (arh/ayp)