Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan empat wilayah di sekitar Sulawesi Tengah, yaitu Petobo, Biromaru, Jono Oge, dan Sidera mengalami likuifaksi.
Menurutnya, likuifaksi adalah proses geologi di mana tanah kehilangan kekuatan karena tegangan atau getaran yang biasanya terjadi saat gempa bumi. Tanah pun berubah menjadi lumpur seperti cairan dan kehilangan kekuatannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sutopo mengatakan ada dua teori yang memungkinkan fenomena langka ini terjadi.
"Kekuatan [tanah]-nya berkurang, yang akhirnya menyebabkan bangunan yang ada di atasnya, pasti hancur diguncang gempa dengan posisi tanah di bawahnya gembur, amplifikasinya semakin besar, sehingga patah strukturnya," tuturnya.
Lokasi bencana lumpur Lapindo. (www.bpls.go.id)) |
Teori kedua, katanya, akibat keberadaan lumpur purba yang terjebak di bawah permukaan tanah. Ketika gempa terjadi dan timbul retakan, lanjut dia, lumpur itu keluar.
Sutopo mengatakan tidak semua daerah rawan gempa terdapat proses likuifaksi. Lumpur biasanya terjadi di retakan retakan kecil antar lempeng. Namun hal itu masih tergantung dengan sedimen apa saja yang membentuk tanah itu.
Oleh karena itu, katanya, perlu penelitian lebih detail. Indonesia perlu pemetaan lebih detail untuk mengetahui titik likuifaksi dan biaya penelitiannya mahal.
"Hingga saat ini belum semua wilayah di Indonesia bisa terpetakan likuifaksinya. Belum semua wilayah Indonesia itu terpetakan jalur-jalur sesarnya," katanya.
Warga memantau area terdampak gempa di Petobo, Palu Selatan, Sulawesi Tengah, Senin (1/10). (ANTARA FOTO/Akbar Tado) |
"Pemerintah daerah di Indonesia, yang daerahnya rawan gempa, harus membuat peta mikrozonasi, dengan peta itu akan diketahui berapa potensi terjadinya gempa. Apalagi ditambah pemetaan likuifaksi yang tadi," kata dia.
Evakuasi Lebih Sulit
Di daerah Patobo, BNPB memperkirakan ada 744 unit rumah yang amblas karena likuifaksi. Evakuasi di daerah itu diakui Sutopo akan lebih sulit karena tanahnya masih gembur sehingga akan sangat membahayakan bila mengevakuasi dengan alat berat.
Sejauh ini, proses evakuasi dilakukan secara manual dengan mengutamakan keselamatan. Padahal, jumlah korban yang berada di wilayah tersebut ditaksir besar.
"Sayangnya kita juga belum mengetahui ada berapa penduduk yang ada di sana," kata Sutopo.
(kst/arh)
Lokasi bencana lumpur Lapindo. (
Warga memantau area terdampak gempa di Petobo, Palu Selatan, Sulawesi Tengah, Senin (1/10). (