Thohir menyampaikan jika pendistribusian tersebut berjalan lancar maka masyarakat akan lebih cepat mendapatkan pasokan BBM.
"Saya imbau kepada masyarakat agar ikut serta mendukung pendistribusian, jangan lagi ada pengadangan dan penjarahan terhadap tangki bbm," kata Thohir di Korem 132/Tadulako, Selasa (2/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Empat mengalami kerusakan ada dua dalam kondisi baik yang siap beroperasi, kami dengar ini sudah diperbaiki," ujarnya.
Thohir menyampaikan SPBU dapat segera beroperasi. Selain itu ia berharap 45 ton BBM yang sudah ada di Palu bisa segera disalurkan sehingga kebutuhan masyarakat Palu terhadap BBM bisa terpenuhi.
"Sekali lagi saya ingatkan saya mohon kepada seluruh masyatakat tidak ada lagi yang melakukan pencegatan atau perusakan apalagi penyanderaan atau menghambat distribusi BBM" tuturnya.
"Tindakan tegas itu pasti," katanya.
Selain pencegatan dan pengambilan BBM, sebagian warga di Palu juga melakukan penjarahan di sejumlah toko yang menjual barang kebutuhan sehari-hari.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut maraknya penjarahan pasca-gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, karena warga dalam situasi panik dan kebutuhan sehari-hari terbatas.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan pada periode ini, korban mengalami trauma atas bencana. Ditambah lagi di sana masih sering terjadi gempa susulan.
Presiden Jokowi telah menginstruksikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk mengerahkan pasukan menjaga objek vital termasuk toko-toko penjual kebutuhan keseharian.
Penjagaan itu, kata Jokowi, agar roda perekonomian di Palu bisa segera pulih pasca gempa. (dis/wis)