Jokowi Perintahkan Pemda Buka Pelayanan Pascagempa Palu

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 03/10/2018 20:02 WIB
Jokowi Perintahkan Pemda Buka Pelayanan Pascagempa Palu Dalam kunjungannya ke Palu untuk meninjau kembali penanggulangan pascagempa, Presiden Jokowi meminta aparat pemerintah daerah di Sulteng kembali layani warga. (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati)
Palu, CNN Indonesia -- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan seluruh unsur pemerintahan di Sulawesi Tengah (Sulteng) kembali beraktivitas melayani masyarakat secara normal setelah bencana gempa dan tsunami yang terjadi pada Jumat (28/9) silam.

"Saya sudah perintahkan juga kantor gubernur, bupati, dan wali kota normal buka kembali. Buka layanan agar pelayanan normal kembali," kata Jokowi di Bandar Udara Mutiara Sis Al-Jufrie, Palu, Rabu (3/10).

Mantan Wali Kota Solo itu juga meminta para pedagang dan pemilik toko-toko untuk kembali menggelar barang dagangannya agar ekonomi di Sulteng dapat berjalan normal kembali. Ia menegaskan aktivitas pedagang dan pemilik toko akan mendapat jaminan keamanan dari aparat TNI dan Polri.


"Masyarakat berdagang dan pemilik-pemilik toko kita ajak untuk berdagang dengan jaminan keamanan TNI dan Polri di titik-titik ekonomi," ujarnya.

Jokowi berada di Sulawesi Tengah untuk kembali meninjau proses penanggulangan pascagempa dan tsunami yang menerjang wilayah Palu, Donggala, dan sekitarnya di Sulawesi Tengah.

Setiba di Mutiara Sis Al-Jufrie sekitar pukul 10.15 Wita, Jokowi langsung meninjau penanganan pasien korban gempa di rumah sakit darurat tak jauh dari bandara tersebut.

Dalam tinjauannya kali ini, Jokowi didampingi oleh Menkopolhukam Wiranto, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Golden Time Pencarian Korban

Sementara itu, di Jakarta, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan jajarannya memiliki golden time dalam mencari korban gempa serta tsunami di Palu dan Donggala.

Ia mengatakan masih banyak korban yang diketahui masih tertimbun reruntuhan. Namun, Sutopo menyatakan mereka tidak akan dimasukkan daftar korban meninggal dunia.

"Kami tidak bisa mengategorikan meninggal karena masih golden time, tujuh hari [pascabencana]. Walau diperpanjang tetap di situ," kata Sutopo di Graha BNPB, Jakarta Timur.

Hingga siang tadi pukul 13.00 WIB, BNPB mencatat korban meninggal dunia akibat bencana gempa dan tsunami di Sulteng adalah 1.407 orang.

"Sejak dua hari kemarin sudah berhasil dimakamkan 519 jenazah. Diidentifikasi melalui DVI, face recognition, dan sidik jari," ujar Sutopo.

Mengenai identifikasi jenazah, Sutopo menyerahkan mekanismenya kepada Polri. Menurutnya, beberapa sistem bisa dilakukan anak buah Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam menghadapi bencana.

"Mereka (Polri) punya cara identifikasi ada yang difoto dipajang, ditanyakan kepada aparat," tuturnya.

Lebih lanjut, Sutopo menerangkan saat ini sebanyak 10 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sudah mulai beroperasi kembali. Selain itu untuk bantuan, kata Sutopo, diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pokok korban seperti air bersih, sandang, dan pangan.

[Gambas:Video CNN]

(mts)