Fokus Tangani Gempa Palu, Jokowi Tak Urusi Drama Ratna

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 04/10/2018 15:02 WIB
Fokus Tangani Gempa Palu, Jokowi Tak Urusi Drama Ratna Presiden Joko Widodo meninjau lokasi terdampak gempa Palu. Jokowi tak mau urusi drama Ratna Sarumpaet. (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati)
Jakarta, CNN Indonesia -- Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki menyatakan Presiden Joko Widodo lebih memilih mengurusi penanganan gempa Palu dan Donggala ketimbang drama kebohongan Ratna Sarumpaet.

"Kemarin Pak Jokowi tidak terlalu memperhatikan. Enggak nanya-nanya soal itu. Mungkin kepala serta isi hati beliau fokus ke penanganan bencana di Sulawesi Tengah yang memang tidak mudah," kata Teten di kantornya, Kamis (4/10).
Fokus Tangani Gempa Palu, Jokowi Tak Urusi Drama RatnaTeten Masduki mengatakan Presiden Jokowi tak urusan dengan drama Ratna Sarumpaet. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Kemarin, sedari pagi, Presiden Jokowi berkunjung ke sejumlah daerah terdampak gempa serta tsunami di Sulawesi Tengah. Presiden juga meninjau langsung kondisi pengungsian dan Rumah Sakit di sana.

Sementara itu, Jakarta dihebohkan dengan pengakuan Ratna Sarumpaet mengenai luka di wajahnya. Awalnya, luka itu disebut akibat dianiaya tiga orang tak dikenal di Bandung pada 21 September.


Kecurigaan menguak karena tak ada laporan ke Kepolisian. Terkuak kemudian luka itu didapat karena sedot lemak beberapa hari lalu.
Fokus Tangani Gempa Palu, Jokowi Tak Urusi Drama RatnaRatna Sarumpaet mengakui kebohongannya soal dianiaya hingga lebam. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

Kasus ini menjerat banyak tokoh seperti Calon Presiden Prabowo Subianto yang mengunjungi langsung Ratna dan berpendapat luka itu bentuk pelanggaran HAM.

Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon bahkan menduga luka yang diterima Ratna merupakan penganiayaan bermotif politik.

Kabar hoaks penganiayaan Ratna viral di media sosial. Teten mengamini kehebohan itu sampai ke telinga Presiden Jokowi.

"Episode sinetron Ratnah heboh se-nusantara, melibatkan banyak tokoh besar. Tidak mungkin Pak Jokowi tidak mengetahuinya," tuturnya. (chri/gil)