"Atas nama rakyat bangsa dan negara, saya menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran TNI dengan cepat, sigap, dan tulus hati membantu korban bencana," kata Jokowi di Mabes TNI, Cilangkap, Jumat (5/10).
Jokowi menyatakan TNI telah mengerahkan personel dan alutsista guna membantu penanganan bencana. Bersama Polri, TNI juga berada di garis terdepan menyelamatkan serta mengevakuasi warga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang saudara lakukan dalam penanganan bencana dan berbagai bentuk lain merupakan salah satu wujud profesionalisme TNI untuk rakyat yang dijadikan tema tahun ini, sebagai cerminan jati diri tentara rakyat, pejuang, dan profesional," tuturnya.
"Itu harus dipegang teguh TNI yang membuat Indonesia kokoh berdiri menghadapi gelombang zaman yang sering bergejolak, memperkokoh Indonesia menghadapi dan memenangi persaingan global," ucap Jokowi.
Kepala Pusat Data Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho merinci korban meninggal dunia di Donggala mencapai 144 jiwa, Kota Palu 1.203 jiwa, Sigi 64 jiwa, Pari Gemutong 12 dan Pasang Kayu (Sulawesi Barat) 1 orang.
Dari jumlah itu, sebanyak 1.407 jenazah sudah dimakamkan secara massal. "Sebagian besar di TPU Paboya," kata Sutopo.
Gubernur Sulawesi Tengah telah menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari. Perwira Bantuan I Asisten Operasi TNI Kol (Pnb) Danet Hendriyanto mengatakan sekitar 4044 personel TNI dan 18 pesawat TNI berbagai jenis dikerahkan untuk membantu proses tanggap darurat itu.
"Begitu ada bencana, satuan TNI sudah siap. Namun, setelah adanya bencana, satgas terbentuk melakukan operasi pencarian bersama dengan SAR dan BNPB," kata Danet di Kantor BNPB, Jakarta, Kamis (4/9). (chri/wis)