Ia menilai Amin Rais berhak untuk dikawal dan didampingi oleh siapapun saat pemeriksaan tersebut. "Orang didampingi saja. Siapapun yang mendampingi kan boleh," kata Ma'ruf saat ditemui di Kantor MUI, Menteng, Jakarta, Selasa (9/10).
Ma'ruf mengaku tak mau ikut campur dalam persoalan Amien Rais itu. Ia menghormati proses hukum yang sedang berjalan di kepolisian guna mengusut kasus tersebut. "Jadi itu urusannya Polda," kata dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kasus kebohongan Ratna Sarumpaet, Amien menjadi salah satu yang dipanggil polisi untuk diperiksa. Amien sebelumnya dijadwalkan diperiksa pada Jumat (5/10) sebagai saksi dalam kasus tersebut. Namun, ia saat itu tak datang.
Sebelum diakui Ratna sebagai cerita bohong, termasuk yang paling lantang mengkritik aksi penganiayaan terhadap Ratna. Amien pun turut dalam jumpa pers dan bersuara keras bersama capres nomor urut 02 Prabowo Subianto pada Rabu (3/10).
Pengerahan Massa Disayangkan
Pendapat berbeda disampaikan Politikus Partai Golkar Nusron Wahid. Dia menyayangkan rencana pengerahan massa jelang pemeriksaan Amien Rais besok di Polda Metro Jaya.
"Ini tradisi buruk ya. Setiap orang mau diperiksa bawa massa, seakan-akan mau menekan. Biarkan hukum bicara dengan hukum. Tidak usah bawa massa," kata Nusron di Kompleks Istana Bogor, Selasa (9/10).
Menurut dia, pemeriksaan selayaknya hanya perlu pendampingan dari kuasa hukum, bukan massa. Pengerahan massa dinilai dapat memicu kekacauan.
Sebelumnya, Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif mengatakan ia bersama sekitar 500 orang lainnya bakal mengawal pemeriksaan Amien mulai dari Salat Dhuha bersama hingga berjalan ke Polda Metro Jaya.
Pengawalan, kata Slamet, bakal dilakukan sampai pemeriksaan berakhir. Menurut dia, hal itu perlu sebab Amien Rais merupakan marwah PA 212 dan mereka tak membiarkan ulama atau tokoh dikriminalisasi.
"Di mana kriminalisasinya? Jangan membuat hoaks lagi. Polisi melangkah pasti ada fakta-fakta yang ingin diklarifikasi. Jangan kemudian ditarik ini kriminalisasi," kata Kepala BNP2TKI ini.
"Kami katakan Pak Amien Rais kan tokoh sebaiknya jangan membuat istilah menuduh polisi kriminalisasi. Ini hanya klarifikasi biasa. Kalau memang Pak Amien Rais yakin betul, ya sudah. Saya yakin enggak ada apa-apa," ucap Nusron menegaskan.
(chri/rzr/dea)