Kepingan Cerita Said Iqbal Ungkap Kronologi Drama Hoaks Ratna

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 10/10/2018 09:00 WIB
Kepingan Cerita Said Iqbal Ungkap Kronologi Drama Hoaks Ratna Ratna Sarumpaet mengegerkan publik nasional dengan berbohong soal penganiayaan. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Said Iqbal baru saja pulang dari studio CNN Indonesia TV ketika telepon seluler berdering di sakunya, Jumat malam, 28 September 2018.

Malam itu Said baru selesai menjadi narasumber acara Prime News untuk mengkritisi pertemuan IMF-Bank Dunia yang menurutnya tak memberi manfaat untuk kaum buruh di Indonesia.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPI) itu mendapati jam menunjukkan pukul 23.30 WIB saat layar ponselnya bergetar dengan tampilan memunculkan nama asisten Ratna Sarumpaet.



Ketika diangkat, Ratna Sarumpaet menyahut di ujung telepon, bukan asistennya. Said mengenali suara aktris yang menulis monolog Marsinah Menggugat tersebut.

Ratna, tanpa basa-basi, meminta Said untuk segera datang ke rumahnya. Said bilang tidak bisa malam itu. Penolakan Said lantas dijawab dengan suara terisak dari Ratna.

Said Iqbal. (CNN Indonesia/Gloria Safira Taylor)
"Tiba-tiba dia menangis dan mengatakan, 'kamu harus datang karena saya dianiaya'," ujar Said menceritakan kembali kesaksiannya yang disampaikan dalam pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Selasa (9/10).

Said diperiksa polisi karena diduga mengetahui duduk perkara yang mendasari kebohongan Ratna. Drama Ratna Sarumpaet itu telah menjadi hoaks yang mengegerkan publik. Ratna sendiri telah berstatus tersangka di Polda Metro Jaya.

Syahdan, pada 28 September malam itu juga, Said pun berbalik arah dari yang semula hendak pulang, jadi menuju rumah Ratna di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

"Sebelum ke rumah saya berbalik dengan taksi untuk datang ke rumah RS dan di sana singkat cerita RS menjelaskan tentang penganiayaannya," ujar Said.

Setibanya di rumah Ratna, Said mendapati cerita soal penganiayaan. Ratna lantas minta dipertemukan dengan Prabowo Subianto. Dalam ceritanya kepada Said, Ratna mengaku telah berbicara dengan pihak Prabowo yakni Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon.

"Saya tidak tahu apakah dalam posisi telepon atau SMS," kata Said.

Buntut dari pertemuan di rumah itu, Said pun menghubungi ajudan Prabowo dan menyatakan Ratna ingin bertemu dengan Calon Presiden Nomor Urut 02 tersebut.

Singkat cerita, Ratna pun bertemu dengan Prabowo pada 2 Oktober 2018.

"Saya sebutkan tadi kepada penyidik. Di situ saya hadir, RS hadir dan beberapa orang lainnya hadir," kata Said kemarin.

Foto pertemuan itu kemudian diviralkan kubu Prabowo, termasuk oleh Fadli Zon.


Belakangan setelah kebohongan penganiayaan diakui Ratna, Prabowo melayangkan permintaan maaf secara terbuka kepada publik. Langkah itu pun diikuti Fadli Zon dan juga seluruh elemen yang notabene berada dalam kubu Prabowo, baik secara terbuka melalui media massa maupun lewat media sosial.

Pada pertemuan 2 Oktober lalu, Said mengatakan Ratna mengulang apa yang telah diceritakan kepadanya pada 28 September tengah malam tersebut.

"Tidak ada yang berbeda persis sama. Setelah kita semua mendengar pak Prabowo sebagai seorang negarawan yang punya sisi kemanusiaan secara bijak menyampaikan beberapa hal, satu lapor polisi supaya jelas masalahnya. RS seperti juga tanggal 28 september bertemu kepada saya jawabannya sama dia pesimis ini dilaporkan pada polisi akan ditindak lanjuti," tutur Said.
Kepingan Cerita Said Iqbal Ungkap Kronologi Drama Hoaks RatnaPrabowo Subianto meminta maaf karena telah termakan dusta Ratna Sarumpaet. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Mendengar pesimisnya Ratna pada pencarian keadilan lewat hukum, Said mengatakan Prabowo saat itu merespons dengan menyatakan divisi hukum Gerindra akan membantu melakukan pendampingan, dan meminta kembali Ratna agar melapor kepada polisi.

"Jelas lapor polisi, lakukan visum kemudian tidak boleh ada kekerasan di dalam demokrasi," kata Said mengulang kembali imbauan Prabowo kepada Ratna.

Said mengatakan untuk menenangkan dan meyakinkan Ratna agar melapor kepada polisi, Prabowo pun menyatakan akan berbicara dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian soal hal tersebut. Said pun mengklaim, Prabowo mengatakan hal tersebut tidak dengan nada berapi-api melainkan sejuk.

"Sudah berhenti di situ. Itulah yang terjadi, yang saya sampaikan ke penyidik [polisi dalam pemeriksaan]. Itu tercatat di [jawaban] 23 pertanyaan, sekitar 7 halaman," kata Said yang juga berharap agar kasus Ratna tak terlalu digoreng 'aktor-aktor' tertentu baik di media massa maupun media sosial.

"Penjelasan saya lebih dari cukup apa yang terjadi sesungguhnya yang belakang kita ketahui, drama kebohongan Ratna," sambungnya beberapa saat kemudian.

(gst/kid)