Tim Prabowo: Jika Premium Naik, Jokowi Bisa Tiru BLT ala SBY

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 10/10/2018 18:35 WIB
Tim Prabowo: Jika Premium Naik, Jokowi Bisa Tiru BLT ala SBY Kenaikan harga Premium ditunda (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah berencana menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dari Rp6.450 per liter menjadi Rp7 ribu per liter mulai pukul 18.00 WIB, Rabu (10/10).

Namun, kenaikan harga BBM bersubsidi itu ditunda menunggu kesiapan PT Pertamina (Persero).
Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade mengatakan pihaknya memahami rencana pemerintah menaikkan harga Premium.

Akan tetapi, Andre meminta pemerintah memikirkan masyarakat kecil yang akan terkena dampak kenaikan Premium.


"Mau naikin hari ini atau besok itu wewenang pemerintah. Tapi yang paling penting pemerintah harus siapkan kebijakan yang bisa menahan dampak munculnya kesulitan ekonomi masyarakat akibat harga Premium naik," kata Andre kepada CNNIndonesia.com.
Andre menyebut Presiden Joko Widodo bisa meniru langkah Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ketika menaikkan harga Premium diikuti dengan kebijakan pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada rakyat miskin.

BLT menjadi kompensasi atas kenaikan BBM di era SBY.

"Pasti kan berdampak kenaikan Premium ini. Kalau di zaman SBY kan ada BLT, kita enggak tahu Pak Jokowi akan melakukan apa," ujarnya.

"Jangan sampai Anda naikin BBM untuk amankan APBN, tapi anda lupa ngurusin masyarakat," kata politikus Partai Gerindra itu menambahkan.

Di sisi lain, Andre menyebut kebijakan menaikkan harga BBM jenis Premium ini diambil pemerintah untuk meredam nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terus melemah. Menurut dia, kebijakan menaikkan harga Premium ini menjadi pil pahit bagi masyarakat.

"Saya rasa kenaikan ini merupakan upaya pemerintah untuk meredam semakin turunnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Ini salah satu langkah yang diambil oleh pemerintah," ujarnya.
Rencana awal, Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyebut mulai sore ini, harga jual BBM jenis penugasan ini di wilayah Jawa-Madura-Bali (Jamali) naik dari Rp6.450 menjadi Rp7.000 per liter. Sementara, untuk harga jual Premium di luar Jamali naik dari Rp6.400 menjadi Rp6.900 per liter.

Pertamina juga telah mengerek harga jual seri Pertamax. External Communication Manager Pertamina Arya Dwi Paramita menyatakan penyesuaian harga BBM nonsubsidi berlaku mulai hari ini,  di seluruh Indonesia pukul 11.00 WIB. 

Melalui penyesuaian ini, di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya misalnya, harga Pertamax dipatok Rp10.400 per liter atau naik dari harga sebelumnya Rp9.500 per liter. Sementara itu harga Pertamax Turbo naik dari Rp10.700 per liter menjadi Rp12.250 per liter. 

Di sisi lain, Pertamina Dex harganya naik dari Rp10.500 per liter menjadi Rp11.850 per liter. Dexlite naik dari Rp9.000 per liter menjadi Rp10.500 per liter dan biosolar non-PSO sebesar Rp9.800 per liter. (fra/dea)