Muzani mengaku pada pilpres kali ini koalisi pendukung merasakan Prabowo dikepung dari berbagai lini.
"Kami merasakan terus terang ini adalah bobot terberat beliau [Prabowo] menjadi calon presiden. Jadi kami merasa bahwa Prabowo saat ini dikepung," kata Muzani di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (10/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan, Muzani mengatakan kepala daerah yang berasal dari koalisi pendukung Prabowo-Sandiaga Uno tidak berani untuk mendeklarasikan dukungan. Meskipun, dia mengklaim pihaknya juga tidak memberi arahan tersebut.
"Pemberitaan Prabowo tidak boleh positif, rakyat yang mendukungnya harus dalam suasana kayak gini dan seterusnya," kata dia.
"Karena mereka mengatakan bahwa proyek kami dengan pemerintah APBN atau APBD terancam," kata Muzani.
Meski ada upaya pengepungan yang diprediksi berlangsung hingga April mendatang, Muzani mengklaim Prabowo-Sandi tetap mendapat respons positif masyarakat.
Apalagi, kata Muzani, isu-isu terkait kondisi ekonomi yang semakin berat dirasakan langsung masyarakat. Koalisi pendukung pun terus meyakinkan agar Prabowo dapat terpilih nanti.
"Karena pada akhirnya demokrasi akan diterima dengan cara apapun bagaimana rakyat mempercayai kami, mandat itu bisa kami raih pada Rabu 17 April," kata Muzani.