"Itu hoaks, dan BMKG hingga saat ini tidak meliris adanya gempa susulan, sebagaimana pesan yang berantai di berbagai grup WA di Pamekasan itu," ujar Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Pamekasan, Budi Cahyono, di Pamekasan, sebagaimana dikutip Antara, Kamis (11/10).
Informasi yang beredar di aplikasi pesan singkat WhatsApp itu menyebutkan ada gempa susulan dan berpotensi tsunami.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang ini masyarakat sensitif jika menerima informasi gempa karena kejadiannya baru tadi pagi dan sebagaimana kita ketahui bersama banyak saudara-saudara kita yang menjadi korban," ucap Budi.
Setelah itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat setidaknya telah terjadi 14 kali gempa susulan. Namun, tak ada gempa yang berkekuatan 8,4 SR dan berpotensi tsunami. (has)