Ditolak Masuk Kupang, Fahri Klaim Datang untuk Kenang Sukarno

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 16/10/2018 16:53 WIB
Ditolak Masuk Kupang, Fahri Klaim Datang untuk Kenang Sukarno Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyatakan rencana kedatangannya ke Kupang bukan untuk menganggu pihak manapun di kota itu. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menjelaskan soal rencana kedatangannya ke Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis (18/10) yang berujung penolakan dari salah satu organisasi masyarakat di Kupang.

Menurut Fahri, kedatangannya ke NTT untuk menghadiri undangan salah satu kelompok masyarakat dalam kegiatan berkunjung ke Pulau Ende.

"Itu sebenarnya, saya tidak ingin mengganggu siapa pun. Saya tidak ingin melakukan apa pun, tapi ini hanya ada undangan dan ada rencana berkunjung ke Ende, melihat. Itu lah kira-kira," kata Fahri di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (16/10).


Fahri mengatakan kegiatannya di Pulau Ende bertujuan mengenang kehidupan Presiden Indonesia pertama Sukarno yang pernah diasingkan di sana selama 5 tahun.

Dia mengaku terinspirasi cerita kehidupan Sukarno di sana sebagaimana diceritakan dalam buku Sukarno: An Autobiography yang dikarang Cindy Adams. Namun, dengan munculnya penolakan ini Fahri menyatakan masih menunggu konfirmasi situasi terakhir di lapangan, salah satunya dari Gerakan Arah baru Indonesia (Garbi) yang mengundangnya.

"Ya, saya menunggu konfirmasi, ya, karena harusnya setiap perjalanan pejabat itu ada atensi dari petugas keamanan setempat. Itu rutin. Briefing-nya ada, namanya security briefing," kata dia.

Fahri juga mengklaim sebagai sahabat dekat dari Gubernur NTT Viktor Laiskodat karena pernah sama-sama bertugas di Komisi III DPR. Namun, dia tidak ingin memaksa pergi jika situasi tidak memungkinkan.

"Tapi memang kalau situasinya belum memungkinkan, ya kita lihat saja, lain kali," katanya.

Fahri pun enggan mengaitkan penolakannya di Kupang dengan peristiwa yang pernah dialaminya atau tokoh lain yang bernasib sama.

"Enggak usah diperpanjang lah, maksud saya baik kok," ujar Fahri.

Organisasi kemasyarakatan Brigade Meo sebelumnya menolak kedatangan Fahri Hamzah ke Kupang, NTT. Fahri dikabarkan akan menjadi pembicara dalam deklarasi Garbi pada Kamis (18/10) mendatang.

"Brigade Meo dan Aliansi Masyarakat Kota Kupang, berdasarkan rekam jejak, sepak terjang yang bersangkutan, dengan ini menyatakan menolak dengan tegas kedatangan Sdr. Fahri Hamzah di kota Kupang," ujar Brigade Meo dalam pernyataan sikapnya yang diunggah oleh akun Facebook Brigade Meo Timur, Senin (15/10).

Pernyataan sikap itu ditandatangani oleh Koordinator Aksi Yandri Nawa, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Brigade Meo Mercy Siubelan, dan Sekretaris Jenderal Sammy Soru. (swo/wis)