Pramuka Teriak Ganti Presiden Disebut Pembodohan Politik

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 16/10/2018 18:41 WIB
Pramuka Teriak Ganti Presiden Disebut Pembodohan Politik Menanggapi viralnya video sejumlah siswa berseragam pramuka meneriakkan 2019 Ganti Presiden, TKN Jokowi menyatakan itu sebagai pembodohan politik. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily turut mengecam keras tayangan video anak pramuka berteriak ganti presiden yang viral di media sosial.

Dalam video itu terlihat sejumlah siswa berseragam pramuka lengkap meneriakan jargon politik #2019GantiPresiden di bawah komando sosok dewasa.

"Menurut saya itu pembodohan politik. Apa urusannya anak-anak dilibatkan ke politik praktis," kata Ace menanggapi video viral itu di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta, Selasa (16/10).



Diketahui, dalam video berdurasi 35 detik yang itu terlihat ratusan siswa berseragam pramuka dipandu oleh beberapa orang dewasa untuk seruan 2019 ganti presiden. Setidaknya tercatat ada 3 kali seruan 2019 ganti presiden yang mereka teriakkan di bawah komando orang dewasa.

Ace menegaskan mengatakan bahwa anak-anak yang belum berumur 17 tahun tak boleh dilibatkan dalam kampanye politik.

Ia pun menegaskan oknum yang menghasut dan mendoktrin para siswa di balik video itu harus ditindak pihak Bawaslu dan Kementerian Pendidikan, agar kejadian serupa tak terulang kembali.

"Itu salah satu pelanggaran pemilu, maka kita minta Bawaslu dan Kementerian Pendidikan tentu polisi bisa mengusut siapa sebetulnya orang-orang yang melibatkan anak dalam politik praktis," kata Ace.

Melihal hal itu, ia pun mendesak agar Bawaslu dapat turun tangan mengusut kasus tersebut. Menurutnya, tindakan tersebut masuk dalam kategori pelanggaran kampanye yang menyangkut pidana pemilu.

"Kita harus tahu siapa orangnya, karena ini menyangkut pidana pemilu, bukan hanya sekadar kampanye melibatkan anak-anak, tapi sudah jelas-jelas bahwa yang bersangkutan telah melanggar aturan pemilu," kata Ace.

Pramuka Teriak Ganti Presiden Disebut Pembodohan PolitikPengabdian pramuka adalah kepada bangsa dan negara sehingga dilarang terlibat dalam kegiatan politik praktis. (ANTARA FOTO/Fahrul Jayadiputra)

Ketua Kwarnas Persilakan Polisi Usut Kasus Seruan Pramuka Ganti Presiden

Sementara itu, Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Budi Waseso menyatakan para siswa yang meneriakkan seruan ganti presiden itu bukanlah anggota Pramuka. Buwas mengatakan demikian setelah pihaknya melakukan penelaahan atas video yang viral tersebut.

Buwas, panggilan akrab Budi Waseso mengatakan bahwa pihaknya belum berkeinginan melaporkan hal ini kepada polisi. Karena, orang-orang yang ada di dalam video bukanlah pramuka.

"Kalau selama ini tidak mengatasnamakan pramuka kenapa kami tindaklajuti secara hukum, karena itu hanya sekelompok orang yang terdiri dari orang dewasa dan anak-anak," kata Buwas dalam konferensi pers yang digelar di kantor Kawarnas, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (16/10).

Menurut Buwas, seorang anggota pramuka bisa diidentifikasi secara kasat mata. Misalnya, dalam berkegiatan selalu mengenakan seragam cokelat khas Pramuka. Dalam kegiatan yang digelar juga dipandu pembina yang juga berseragam pramuka.

Kemudian pada seragam pramuka juga melekat berbagai emblem seperti gugus depan dan logo boy scout yang ada di dada kanan. Itu, tegasnya, sebagai penegas bahwa orang bersangkutan merupakan anggota pramuka.

Meskipun tak berencana melaporkan kepada aparat polisi, namun Buwas mempersilakan pihak yang berwenang jika ingin mengambil tindakan menanggapi hal ini.

"Saya yang terpenting adalah bahwa itu bukan pramuka, karena jangan sampai Pramuka dicederai. Soal kelanjutan apakah ada nilai-nilai pelanggaran hukum, ya saya serahkan pada kepolisian," kata Buwas.


Lebih jauh, pria yang juga Kepala Bulog itu meminta anggota Pramuka di seluruh tingkat tidak terusik dengan video tersebut. Karena, orang-orang di dalam video itu bukanlah anggota pramuka.

"Ini bukan pramuka, jadi tidak perlu ada yang tersinggung," kata Buwas.

Buwas juga mengatakan Kwarnas telah mengimbau kepada seluruh anggota pramuka melalui tingkat daerah hingga tingkat ranting agar tidak berkegiatan yang bersinggungan dengan politik. Sebab, pengabdian pramuka itu kepada bangsa dan negara. Itu, katanya, juga menjadi janji seorang pramuka.

"Saya sampaikan sampai kwarcab kita tak ikuti kegiatan itu, kita ikuti koridor pramuka. Kita memegang sumpah dan janji kita sebagai pramuka," kata Buwas. (rzr)