Pilpres 2019, Jokowi-Ma'ruf Target Menang Besar di Jakarta

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 18/10/2018 03:55 WIB
Pilpres 2019, Jokowi-Ma'ruf Target Menang Besar di Jakarta Berkaca perolehan suara Jokowi pada Pilpres 2014 di Jakarta, TKD Jokowi-Ma'ruf menargetkan raihan suara lebih dari 60% di DKI pada Pilpres 2019. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin di DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi mengaku optimis dapat mengulang kembali kemenangan di DKI Jakarta pada Pilpres 2019 mendatang.

"Iya kita optimis menang," kata Prasetyo saat ditemui di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (17/10).


Pada perhelatan Pilpres 2014 lalu pasangan Jokowi-JK unggul sebesar 53,08 persen dibanding rivalnya, pasangan Prabowo Subianto - Hatta Rajasa yang meraih suara sebesar 46,92 persen.


Ketua DPRD DKI Jakarta itu pun memiliki target tersendiri agar pasangan Jokowi-Ma'ruf menang di DKI Jakarta. Ia mengaku bersama anggota TKD DKI Jakarta lainnya telah bersepakat memasang target perolehan suara yang cukup besar bagi Jokowi-Ma'ruf.

"Kita di atas 60 persen lah menang di Jakarta. Karena kepuasan masyarakat DKI sangat luar biasa terhadap Jokowi," kata Prasetyo.

Prasetyo menegaskan pihaknya memasang patok angka kemenangan tersebut lewat perhitungan asal-asalan.

"Sekali lagi saya katakan Pak Jokowi kinerjanya di Jakarta, ada MRT, LRT, pertumbuhan ekonomi, pembangunan kampung-kampung pada baik," kata Prasetyo.

Selain itu, Prasetyo turut mengatakan bahwa kinerja sembilan mesin parpol pendukung Jokowi-Ma'ruf berpengaruh terhadap proses pemenangan di DKI. Untuk Pilpres 2019, pasangan tersebut didukung PDIP, PKB, Gokkar, Perindo, NasDem, Hanura, PKPI, PSI, dan PPP.

"Nah semua mesin partai sekarang kan bergerak, ada Golkar, PDIP, ada PKB, ada PPP, ada Nasdem semua bergerak mesinnya," kata Prasetyo.

Prasetyo pun mengaku tak khawatir dengan keberadaan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang notabene adalah lawan politik dari sembilan parpol pengusung Jokowi-Ma'ruf. Ia mengatakan bahwa masyarakat DKI Jakarta lebih objektif dan rasional dalam memilih pemimpin berdasarkan rekam jejak dan prestasi.

"Masyarakat Jakarta objektif kok melihat, bukan masalah ini gubernurnya bukan dari koalisi kita atau daro partai kita, tapi masyarakat DKI objektif, saya katakan pak Jokowi kinerjanya di Jakarta bagus," kata Prasetyo.

(rzr/kid)