Karding mengatakan hal itu terkait Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang berfoto dengan pose satu jari bersama Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde dan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim.
"Mungkin teman-teman KPU perlu sosialisasi yang lebih intensif terutama pada pejabat," ucap Karding di Hotel Veranda, Jakarta, Kamis (18/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia memberi contoh ketika alat peraga kampanye berupa spanduk, baliho dan sejenisnya diatur secara detil. Dari mulai ukuran spanduk, konten yang dicantumkan, hingga lokasi yang diperbolehkan untuk dipasang.
"Saya sudah lima kali menjadi caleg agak kesulitan memahami seluruh detil aturan kampanye itu," kata Karding.
Abdul Kadir Karding. (CNN Indonesia/Priska Sari Pratiwi) |
"Terutama pejabat sibuk dan enggak memperhatikan itu kan, ya mereka punya kegiatan sehari-seharinya," kata Karding.
Sebelumnya, Luhut dan Sri Mulyani berpose jari telunjuk bersama Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim dan Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde saat upacara penutupan Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia.
Luhut menjelaskan kepada wartawan, pose tersebut tak terkait dengan urusan politik. Luhut mengatakan pose tersebut bermakna kedua lembaga internasional mengapresiasi penyelenggaraan pertemuan IMF-WB yang dihelat di era Presiden Jokowi. Menurut Luhut, pose itu artinya Indonesia nomor satu.
"Kami akan laporkan ke bawaslu apa yang dilakukan Pak Luhut dan Sri Mulyani," tutur Riza di kantor KPU, Jakarta, Rabu (17/10). (bmw/osc)
Abdul Kadir Karding. (CNN Indonesia/Priska Sari Pratiwi)