Enam pesawat tersebut merupakan bantuan transportasi dari Pemerintah Amerika Serikat, Australia, Kanada, Korea, Jepang, dan Singapura.
"Pesawat yang rata-rata menggunakan jenis C-130 Hercules tersebut mengangkut bantuan dari dalam dan luar negeri berupa bantuan pangan dan non pangan," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, pesawat juga menurunkan 1 unit forklift yang digunakan untuk mengangkut barang yang diturunkan dari pesawat.
"Total bantuan internasional yang telah diterima oleh Pemerintah Indonesia seberat 980 ton dengan kategori pangan dan non pangan," katanya.
Sementara itu, kata Sutopo, tenda yang dikirimkan lebih dikhususkan untuk pemenuhan kebutuhan tenda sekolah.
"Sebanyak 13 palet kemasan tenda sekolah bantuan UNICEF dikirimkan melalui dua sorti oleh pesawat Angkatan Udara Amerika Serikat," katanya.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Sulteng, per 16 Oktober, total sekolah mulai dari tingkat TK, SD, SMP, SMA, SMK, SLB, MI dan MTs, terdampak berjumlah 1.185 unit.
Dari total jumlah tersebut, kerusakan ruang kelas dengan kategori rusak berat dan rusak sedang mencapai 4.722 unit.
Menurut Sutopo, tercatat 20 negara telah membantu Pemerintah Indonesia selama penanganan darurat pascagempa Sulteng.
Negara tersebut antara lain Amerika Serikat, Australia, India, Inggris, Jepang, Jerman, Kanada, Korea, Malaysia, Perancis, Qatar, RRC, Rusia, Spanyol, Selandia Baru, Singapura, Swiss, Turki, dan Ukraina.
Selain itu, Pemerintah Indonesia juga mendapatkan dukungan bantuan dari ASEAN Coordinating Centre For Humanitarian Assistance (AHA Centre) dan Badan PBB.
Lihat juga:Pengungsi Korban Gempa Palu Kembali ke Rumah |