Pesawat Asing Angkut 103 Ton Bantuan ke Palu

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 19/10/2018 17:37 WIB
Pesawat Asing Angkut 103 Ton Bantuan ke Palu Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak enam pesawat asing mengangkut bantuan seberat 103 ton dari Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaimandi Balikpapan menuju Bandar Udara Mutiara Al-Jufri di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Enam pesawat tersebut merupakan bantuan transportasi dari Pemerintah Amerika Serikat, Australia, Kanada, Korea, Jepang, dan Singapura.

"Pesawat yang rata-rata menggunakan jenis C-130 Hercules tersebut mengangkut bantuan dari dalam dan luar negeri berupa bantuan pangan dan non pangan," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/10).


Kata Sutopo, bantuan pangan yang dibongkarmuat tersebut berupa air mineral, mie instan, biskuit, makanan gizi bayi, minyak goreng dan beras, sedangkan non pangan didominasi tenda.

Selain itu, pesawat juga menurunkan 1 unit forklift yang digunakan untuk mengangkut barang yang diturunkan dari pesawat.

Menurut Sutopo, masih ada bantuan yang belum terkirim ke Palu. Sutopo merinci, barang yang belum terkirim yakni 32 unit genset dari China dan tenda Alpinter dari UNICEF sebanyak 42 set.

Rencananya, bantuan itu akan diangkut dan dikirim ke Palu dengan pesawat Angkatan Udara Amerika Serikat dan Jepang.

"Total bantuan internasional yang telah diterima oleh Pemerintah Indonesia seberat 980 ton dengan kategori pangan dan non pangan," katanya.

Sementara itu, kata Sutopo, tenda yang dikirimkan lebih dikhususkan untuk pemenuhan kebutuhan tenda sekolah.

"Sebanyak 13 palet kemasan tenda sekolah bantuan UNICEF dikirimkan melalui dua sorti oleh pesawat Angkatan Udara Amerika Serikat," katanya.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Sulteng, per 16 Oktober, total sekolah mulai dari tingkat TK, SD, SMP, SMA, SMK, SLB, MI dan MTs, terdampak berjumlah 1.185 unit.

Dari total jumlah tersebut, kerusakan ruang kelas dengan kategori rusak berat dan rusak sedang mencapai 4.722 unit.

Menurut Sutopo, tercatat 20 negara telah membantu Pemerintah Indonesia selama penanganan darurat pascagempa Sulteng.

Negara tersebut antara lain Amerika Serikat, Australia, India, Inggris, Jepang, Jerman, Kanada, Korea, Malaysia, Perancis, Qatar, RRC, Rusia, Spanyol, Selandia Baru, Singapura, Swiss, Turki, dan Ukraina.

Selain itu, Pemerintah Indonesia juga mendapatkan dukungan bantuan dari ASEAN Coordinating Centre For Humanitarian Assistance (AHA Centre) dan Badan PBB.

(ugo/ugo)