Hashim mengatakan salah satu tujuan kegiatan tersebut untuk menjelaskan bahwa Prabowo sama sekali tidak antiasing dan 'antiaseng'. Menurutnya, hal itu penting dipaparkan kepada jurnalis media massa dari luar negeri.
"Ya, sudah terlihat bahwa pers asing banyak yang salah mengerti sikap Pak Prabowo. Dan ini seolah-olah Pak Prabowo antiasing, antiaseng, itu yang saya luruskan bahwa Pak Prabowo bukan antiasing dan antiaseng," ujar Hashim usai acara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prabowo, kata Hashim, justru ingin menunjukkan sikap ingin memajukan Indonesia. Dalam hal ini sejajar atau lebih hebat dibanding negara lain.
Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hashim Djojohadikusumo. (CNN Indonesia/Oscar Ferry) |
"Nanti semakin dekat dengan pilpres dan pileg kita mungkin sekali dalam seminggu," ucap Hashim.
Prabowo dalam sejumlah kesempatan kerap mengungkit soal nasionalisme dan kedaulatan yang tergerus.
Pada Juli lalu, Prabowo mengatakan bahwa Indonesia telah kehilangan kedaulatan terutama di bidang ekonomi.
"Saya menilai, mungkin banyak yang tidak suka, Indonesia sudah kehilangan kedaulatan. Terutama kedaulatan ekonomi," kata Prabowo di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta, Jumat (6/7) malam.
Menurut Prabowo, hal itu adalah cerminan dari Indonesia telah kehilangan kedaulatan ekonomi.
"Tanpa kedaulatan ekonomi, tidak ada gunanya kemerdekaan. Kalau rakyat kita miskin, semua aset dikuasai orang asing, tidak ada gunanya kita merdeka," imbuh Prabowo dengan nada tegas. (wis)
Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hashim Djojohadikusumo. (CNN Indonesia/Oscar Ferry)