Kubu Jokowi Minta Reuni 212 Tak Berdakwah Ujaran Kebencian

tim, CNN Indonesia | Minggu, 21/10/2018 05:57 WIB
Kubu Jokowi Minta Reuni 212 Tak Berdakwah Ujaran Kebencian Direktur Relawan TKN Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Maman Imanulhaq. (CNN Indonesia/Yohannie Linggasari).
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Maman Imanulhaq, meminta reuni Alumni 212 yang rencananya digelar di kawasan Monumen Nasional, Jakarta pada 2 Desember, tak berisi dakwah bernuansa kebencian dan permusuhan bagi masyarakat.

"Subtansi perkumpulannya, jangan sampai perkumpulan itu berisi hate speech, dakwah ujaran kebencian, dakwah-dakwah permusuhan," kata Maman saat dihubungi CNNIndonesia.com, Sabtu (20/10).

Diketahui, agenda ini merupakan reuni kedua setelah Persaudaraan Alumni 212 menggelar acara serupa pada akhir 2017.


Ia yang merupakan Politikus PKB itu juga menyarankan agar Alumni 212 tak menghujat pemerintah tanpa data yang objektif dalam tiap orasinya.

"Termasuk juga menghujat pemerintah tanpa fakta," kata dia.

Maman menyarankan sebaiknya orasi-orasi di acara tersebut mempertimbangkan dan memperhatikan nuansa persatuan dan kesatuan sebagai bangsa.

Reuni Akbar Alumni 212 di Lapangan Monas, Jakarta, 2017.Reuni Akbar Alumni 212 di Lapangan Monas, Jakarta, 2017. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Ia khawatir orasi-orasi ujaran kebencian dan permusuhan itu akan berpotensi memecah belah sesama umat Islam.

"Jadi jangan sampai menimbulkan perpecahan di antara umat, itu yang harus menjadi perhatian bagi kita," kata dia.

Terlepas dari itu, Maman tak keberatan jika PA 212 kembali menggelar acara reuni tersebut karena kebebasan berpendapat telah dijamin oleh perundangan.

"Yang harus kita garis bawahi adalah prosedural kumpulnya, jangan sampai ada regulasi yang dilanggar," kata Maman.

Diketahui Aksi Damai Bela Islam 2 Desember (212) dilaksanakan pertama kali di kawasan Monas pada 2016. Kala itu, massa yang hadir menuntut mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok untuk bertanggungjawab terhadap pernyataannya yang dianggap menistakan Al-Quran.

Sebelum rencana reuni akbar ini, PA 212 juga pernah menghelat acara serupa, yakni pada 2 Desember 2017. Jumlah massa yang hadir dalam acara reuni akbar itu tidak sebanyak saat aksi 212 pada 2016.

Diketahui sebagaian alumni 212 telah menyatakan dukungannya kepada pasangan Prabowo-Sandi. Contohnya, Slamet Maarif yang merupakan Ketua PA 212 telah didapuk sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

(rzr/osc)