Sebelumnya, Luhut dan Sri Mulyani dituding mengarahkan Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde dan Presiden Bank Dunia (World Bank) Jim Yong Kim untuk tak mengacungkan pose dua jari, saat upacara penutupan Pertemuan Tahunan IMF-World Bank, di Nusa Dua, Bali, beberapa waktu lalu.
Kedua menteri itu disebut mengubah gesturnya menjadi satu jari karena terkait nomor urut capres di Pilpres 2019.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya enggak [kampanye] dong," ia menambahkan.
"Ya enggak apa-apa [dilaporkan]," ucapnya.
Seorang warga, Dahlan Pido, kemudian melaporkan Luhut dan Sri Mulyani ke Bawaslu. Ia menduga sikap yang ditunjukkan Luhut dan Sri termasuk ke dalam kategori pelanggaran kampanye karena hal itu dilakukan dalam forum kenegaraan.
Dahlan juga membawa bukti pemberitaan soal ucapan Luhut dan Sri itu. Bahwa, keduanya menyebut jari itu terkait Jokowi.