Luhut Sebut Pose Jari IMF-World Bank Terkait Indonesia Satu

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 21/10/2018 00:39 WIB
Luhut Sebut Pose Jari IMF-World Bank Terkait Indonesia Satu Menko Maritim Luhut Pandjaitan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bersama petinggi IMF dan World Bank, di Bali, beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/Safyra Primadhyta)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan arahan pose satu jari kepada petinggi Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia adalah terkait dengan kesuksesan Indonesia, bukan soal nomor urut calon presiden dan kampanye Pilpres 2019.

Sebelumnya, Luhut dan Sri Mulyani dituding mengarahkan Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde dan Presiden Bank Dunia (World Bank) Jim Yong Kim untuk tak mengacungkan pose dua jari, saat upacara penutupan Pertemuan Tahunan IMF-World Bank, di Nusa Dua, Bali, beberapa waktu lalu.

Kedua menteri itu disebut mengubah gesturnya menjadi satu jari karena terkait nomor urut capres di Pilpres 2019.

"Kan Indonesia nomor satu," dalihnya, saat ditemui di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (20/10) malam.

"Ya enggak [kampanye] dong," ia menambahkan.

Luhut pun tak mempermasalahkan pelaporan dirinya dan Menteri Keuangan Sri Mulyani ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) oleh pihak yang keberatan dengan pose itu.

"Ya enggak apa-apa [dilaporkan]," ucapnya.

Diketahui, pada Pilpres 2019 pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin mendapatkan nomor urut 01 di Pilpres 2019. Sementara, nomor urut 02 dipegang oleh pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Seorang warga, Dahlan Pido, kemudian melaporkan Luhut dan Sri Mulyani ke Bawaslu. Ia menduga sikap yang ditunjukkan Luhut dan Sri termasuk ke dalam kategori pelanggaran kampanye karena hal itu dilakukan dalam forum kenegaraan.

Dahlan juga membawa bukti pemberitaan soal ucapan Luhut dan Sri itu. Bahwa, keduanya menyebut jari itu terkait Jokowi.




(rzr/arh)