Soal Debat, Kubu Jokowi Pilih Panelis Daripada Mahasiswa

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 21/10/2018 23:26 WIB
Soal Debat, Kubu Jokowi Pilih Panelis Daripada Mahasiswa Wakil Ketua Timses Jokowi-Ma'ruf Amin, Arsul Sani, Jakarta, Senin (7/5). (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Arsul Sani, tak mempermasalahkan jika debat Pilpres 2019 mendatang digelar di kampus-kampus pilihan.

Hanya saja, kata dia, sebaiknya debat tetap menggunakan panelis ketimbang deretan mahasiswa dan akademisi agar debat tak melebar.

"Kalau soal tempatnya terserah, lebih dari itu kami serahkan ke KPU. Kalau memang KPU menetapkan debatnya di kampus ya kami ikuti," kata Asrul ditemui usai menghadiri acara HUT Golkar di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (21/10).


Dia menyebut sebaiknya semua hal yang berkaitan dengan format debat dikembalikan kepada KPU. Apalagi hingga saat ini lembaga resmi yang mengatur jalannya pemilihan umum itu memang belum mengeluarkan format seperti apa yang akan mereka gunakan di debat pilpres yang sedianya akan digelar sebanyak lima kali itu. 

Mengenai usulan Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, agar meniadakan panelis dan menggunakan mahasiswa serta akademisi pilihan untuk debat, Asrul mengaku kurang setuju. Dia khawatir debat akan berlangsung tidak fokus dan tak terstruktur. 

"Kalau mahasiswa itu pertanyaannya seperti apa, dimana-mana kan debat presiden itu dengan panel ahli yang bertanya supaya isunya tidak melebar kemana-mama kan begitu," kata dia.
 
"Bukan berarti kami menolak, bukan. Kami serahkan, kita hormati lah kewenangan kelembagaan," jelasnya. 

Terkait masukan format debat dari pihak Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf menurut Asrul akan menunggu dulu format resmi digelontorkan oleh KPU. Baru kata dia, setelah ada format resmi pihakjya akan beri masukan kepada lembaga itu. 

"Nanti kami berikan masukan juga, sekarang aja formatnya KPU belum diekspose, nanti deh setelah KPU berikan format, baru kami kasih usulan atau tanggapan," tutup dia.

(tst/sur)