Hanya saja, kata dia, sebaiknya debat tetap menggunakan panelis ketimbang deretan mahasiswa dan akademisi agar debat tak melebar.
"Kalau soal tempatnya terserah, lebih dari itu kami serahkan ke KPU. Kalau memang KPU menetapkan debatnya di kampus ya kami ikuti," kata Asrul ditemui usai menghadiri acara HUT Golkar di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (21/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai usulan Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, agar meniadakan panelis dan menggunakan mahasiswa serta akademisi pilihan untuk debat, Asrul mengaku kurang setuju. Dia khawatir debat akan berlangsung tidak fokus dan tak terstruktur.
Lihat juga:Jokowi Minta Politik Kebohongan Diakhiri |
Terkait masukan format debat dari pihak Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf menurut Asrul akan menunggu dulu format resmi digelontorkan oleh KPU. Baru kata dia, setelah ada format resmi pihakjya akan beri masukan kepada lembaga itu.
"Nanti kami berikan masukan juga, sekarang aja formatnya KPU belum diekspose, nanti deh setelah KPU berikan format, baru kami kasih usulan atau tanggapan," tutup dia.
(tst/sur)