Sandiaga Diminta Bicara Data dan Kurangi Politik Bohong

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 21/10/2018 22:39 WIB
Sandiaga Diminta Bicara Data dan Kurangi Politik Bohong Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo - Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding, di Hotel Veranda, Jakarta, Kamis (18/10). (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding, menyebut calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno sering sekali bicara tanpa data. Baginya, sikap Sandi itu bisa dikatakan sebagai bagian dari politik bohong.

"Pak Sandi sudah berapa kali berikan statement tanpa data; soal tempe setipis ATM, harga nasi ayam di Jakarta lebih mahal dari Singapura, lapangan kerja dibilang susah, kan tidak juga, masyarakat krisis, krisis apanya? Tidak ada tuh," kata Karding ditemui di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (21/10).

Karding pun kemudian menyuruh Sandi lebih banyak belajar dan melengkapi akurasi pernyataannya daripada bicara tanpa data.

"Kan enggak bisa pemimpin bicara tanpa data itu, enggak bisa. Bahaya," cetusnya.

"Kalau dari suara rakyat, suara rakyat yang mana? Kan data harus dari lembaga yang kita setujui bersama. Kalau data dari asumsi pribadi tidak bisa, ini mau jadi pemimpin di Indonesia tentu harus percaya pada lembaga yang ada di Indonesia," katanya.

Karding bahkan menyebut ucapan Jokowi terkait setop politik kebohongan sedikit banyak memang menyindir Sandi dan kubu paslon nomor urut 02.

Cawapres Sandiaga Uno, di rumahnya, Jalan Jenggala, Jakarta (20/9).Cawapres Sandiaga Uno, di rumahnya, Jalan Jenggala, Jakarta (20/9). (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Sebelumnya, Jokowi dalam pidatonya pada gelaran HUT Partai Golkar sempat meminta politikus agar menghentikan politik bohong yang bisa menjerumuskan publik.

"Ya saya kira iya [menyindir Sandi]. Menurut saya itu sindiran lah, supaya itu dikurangi, dihilangkan. Mari berdemokrasi secara baik, adu gagasan, adu rekam jejak, adu program, adu visi misi," katanya.

Hal sama juga diungkapkan oleh Juru Bicara TKN, Ace Hasan. Politikus Partai Golkar ini menyebut agar semua pihak tak mudah menarik kesimpulan dari sedikit kejadian.

"Yang jadi masalah itu kan melakukan generaslisasi suatu fakta yang sebenarnya hanya dilakukan satu-dua orang, tetapi kemudian ditarik menjadi kesimpulan umum, seakan-akan bahwa kondisi Indonesia ini ada di dalam sebuah ketidakpastian. Itu yang maksudnya politik kebohongan," kata dia.

Sebab kata Ace, semestinya di Pilpres ini diisi dengan gagasan baru dan program yang bisa diterima masyarakat, alih-alih informasi bohong yang malah menyerang pihak lawan.

"Seharusnya Pilpres ini diisi dengan gagasan program, ide, bukan politik bohong yang dilakukan untuk menyerang lawan politik lain," tandas Ace.

Dalam beberapa kesempatan, Sandiaga melontarkan sejumlah pernyataan, terutama, terkait kondisi perekonomian yang dianggap sedang sulit. Contohnya, tempe yang dijual yang semakin tipis seperti kartu ATM karena bahan baku kedelai yang mahal. Kubu Prabowo-Sandi menyebut data itu riil dari pengakuan masyarakat.




(tst/arh)