Menurut Hidayat, pakta integritas merupakan hal lumrah yang dapat ditemui di organisasi atau partai politik manapun.
"Menjadi aneh kalau hanya menandatangani pakta integritas saja tidak mau," kata Hidayat di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (24/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Hidayat mengklaim pengunduran diri pengurus di Banyumas maupun di beberapa daerah lain seperti Binjai dan Bali tidak mengganggu soliditas partai untuk menghadapi pemilu legislatif 2019.
Sebanyak 80 orang pengurus dan kader PKS Kabupaten Banyumas dikabarkan mengundurkan diri karena diminta menandatangani pakta integritas berupa pernyataan loyalitas pada partai.
Ketua Majelis Pertimbangan Daerah PKS Kabupaten Banyumas Machfulyono kemarin menyatakan pengunduran diri itu berawal dari kegiatan Educational Leadership Training PKS pada 6 Oktober lalu di Purwokerto.
Saat itu para pengurus dan kader diminta untuk menandatangani pakta integritas hitam di atas putih yang berisi pernyataan loyalitas pada partai. Padahal, menurut Machfulyono, hal tersebut sangat jarang terjadi dalam partai.
Senada, Pembina Kader DPD PKS Banyumas Arif Awaludin menilai pengunduran diri pengurus dan kader PKS itu akibat paksaan menandatangani pakta integritas tersebut.