Jokowi Ungkap Ciri-Ciri Politikus Sontoloyo

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 24/10/2018 13:13 WIB
Presiden Jokowi menyebut politikus sontoloyo sebagai politisi yang menggunakan segala jurus jelang tahun politik. Presiden Jokowi menyebut politikus sontoloyo sebagai politisi yang menggunakan segala jurus jelang tahun politik. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo meluruskan kembali maksud dari politikus sontoloyo yang sempat dia singgung. Jokowi berpendapat politikus sontoloyo merupakan politisi yang menggunakan segala jurus jelang tahun politik.

Ciri-ciri politikus sontoloyo, kata Jokowi, adalah politikus yang menyerang lawan politik tanpa tata krama.

"Jelang Pemilu, banyak cara-cara tidak sehat digunakan politisi. Segala jurus dipakai untuk memperoleh simpati rakyat. Yang enggak baik sering menyerang lawan politik dengan cara tak beradab, tidak ada tata kramanya," kata Jokowi di ICE BSD, Rabu (22/10).

Politikus sontoloyo pertama kali disinggung Jokowi kemarin ketika membagikan sertifikat tanah warga Jakarta Selatan. Di sana, ia meminta masyarakat berhati-hati dengan upaya politikus.
Jokowi Jelaskan Maksud Politikus SontoloyoPresiden mengingatkan warga untuk berhati-hati dengan politikus sontoloyo. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Menurutnya, banyak politikus baik tetapi banyak juga politikus sontoloyo yang berusaha memecah persatuan dan kesatuan di masyarakat saat Pemilu.


"Kalau masih pakai cara lama, politik kebencian, SARA, adu domba, Pecah belah itu namanya politik sontoloyo," kata mantan Wali Kota Solo ini.

Salah satu contoh yang disebutkan kemarin adalah politisasi dana kelurahan. Kebijakan dana kelurahan dinilai oposisi politis karena dilakukan jelang Pemilihan Presiden 2019 yang diikuti Jokowi selaku petahana.

Padahal, kata Jokowi, kebijakan dibuat karena mendengar keluhan lurah kepada wali kota yang merasa timpang dengan desa. Sejak 2015, pemerintah menyuntik dana desa untuk meningkatkan perekonomian warganya.

"Saya ingatkan ini saya kira bukan zamannya lagi menggunakan kampanye misalnya politik adu domba. Sekarang zamannya politik adu program, ide, dan gagasan," Jokowi menegaskan.

(chri/gil)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK