"Memang (pemulangan Rizieq) urusan Presiden (Jokowi) ya?" kata Moeldoko sambil tertawa di Gedung III Sekretariat Negara, Kamis (25/10).
Permintaan ini disampaikan setelah calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengutarakan niat menjemput Rizieq langsung sebelum Pilpres 2019.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Moeldoko menyatakan anggapan pemulangan Rizieq untuk membuktikan tidak ada kriminalisasi ulama justru keliru. Pemerintah, kata Moeldoko sama sekali tidak pernah mengkriminalisasi tokoh apalagi ulama.
Mantan Panglima TNI ini menegaskan pemerintahan Jokowi sama sekali tidak mau terlibat atau mengintervensi proses hukum yang berlaku.
"Pemerintah sama sekali tidak boleh dan tidak mau mengintervensi persoalan hukum. Nanti enggak beres dong. Enggak boleh, jangan buat persepsi yang salah," ujarnya.
Rizieq masih berada di Arab Saudi setelah menjalani umrah ke tanah suci di Mekkah, pada akhir April 2017. Ia meninggalkan Indonesia setelah sempat terseret dalam beberapa kasus pidana, seperti penghinaan Pancasila dan percakapan pornografi diduga dengan seorang perempuan bernama Firza Husein, melalui aplikasi WhatsApp. Dua kasus yang membuatnya jadi tersangka di Polda Jabar dan Polda Metro Jaya itu sendiri telah dihentikan penyidikannya oleh kepolisian. (chri/ayp)