Subsidi ini merupakan rencana Pemprov DKI untuk menutup selisih besaran kenaikan UMP antara yang ditetapkan oleh pemerintah dengan yang diajukan oleh buruh.
"Saya sudah memberi sosialisasi, nanti langsung diberi sosialisasi juga oleh Pak Gubernur," kata Andri di Balai Kota Jakarta, Kamis (25/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk menutupi itu Pemprov DKI berencana memberikan subsidi dalam beragam bentuk. Misalnya dengan memberikan layanan bus Transjakarta secara gratis di seluruh koridor. Memberikan subsidi pangan, dan memberikan subsidi untuk Kartu Jakarta Pintar (KJP).
Salah satu syarat yang dikeluhkan adalah keharusan bagi buruh untuk memiliki rekening Bank DKI.
"Nah sekarang dia (buruh) mendata sendiri, disiapin, kasih ke Disnaker, Disnaker kasih ke Bank DKI, Bank DKI verifikasi oke, keluar nomor rekening, keluar kartu ATM. Kami tanya lagi mau nyerahin di mana, mau nyerahin di kantor saya, di perusahaan Anda, kita bareng-bareng dengan Bank DKI. Akhirnya ini menjadi ketertarikan," tutur Andri.
Lihat juga:Anies Kemungkinan Umumkan UMP DKI Besok |
Untuk syarat itu, Andri mengatakan Pemprov DKI tahun ini memberikan kelonggaran.
"Sekarang kita buka selama dia (mendapat gaji) UMP plus 10 persen (bisa menerima subsidi)," ujarnya.
Jumlah buruh di Jakarta berdasarkan data Disnaker DKI sebanyak 744.662 orang. Andri mengatakan pihaknya telah merekrut sejumlah orang dari 38 federasi buruh di Jakarta untuk menjadi tenaga sukarelawan untuk melakukan pendataan jumlah buruh di Jakarta.
"Jadi pendataan jangan cuma kita dong, dia (buruh) juga (mendata)," ujarnya. (dis/wis)