Dia menyebut masalah sosial ini bisa terjadi karena sekitar 67 persen ibu-ibu di Indonesia bertindak sebagai pencari nafkah di keluarga.
"Kita melihat permasalahan ibu-ibu terutama dalam ekonomi mengalami tekanan. Mereka menjadi sumber penghasil sekaligus sebagai ibu rumah tangga," kata Sandi dalam acara pertemuan dengan warga di Jakarta, Sabtu (27/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka terdiri dari perempuan hebat dan mandiri. Saya melihat isu perlindungan perempuan itu kembali ke masalah ekonomi kita," jelas dia.
Di tempat yang sama, Anggota DPR Komisi VIII Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menyatakan banyak permasalahan sosial yang terjadi lantaran masalah ekonomi. Hal ini berdampak pula pada hubungan keluarga hingga gizi anak-anak.
"Banyak sekali kekerasan yang terjadi di rumah tangga awal mulanya karena permasalahan ekonomi, bisa berdampak ke anak-anak yang kena gizi buruk kronis, dan stunting," jelas dia.
"Kita harus bisa memperjuangkan hak-hak perempuan yang seperti ini. Karena hanya perempuan yang bisa melahirkan generasi penerus," tutup dia. (ctr/wis)