Dua kapal cepat Basarnas tiba di Posko, Senin (29/10) sekitar pukul 14.30 WIB. Dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, empat kantung mayat itu berisi potongan tubuh korban dan sejumlah serpihan-serpihan, termasuk identitas para korban pasawat Lion Air JT-610 yang mengapung dan berhasil dievakuasi tim SAR.
"Kami masih melakukan pencarian di permukaan dan pencarian di bawah air oleh para rescuer dengan kualifikasi penyelam," ujar Kasubdit Pengerahan Potensi dan Pengendalian Operasi Basarnas Agus Haryono.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Agus mengatakan petugas Basarnas menemukan potongan tubuh itu diantara barang-barang yang ditemukan dalam kondisi menyebar.
Agus menjelaskan berdasarkan informasi yang diterimanya, kedalaman laut, lokasi jatuhnya pesawat Lion air JT-610 diperkirakan 30-35 meter.
Pesawat Lion Air JT-610 rute Cengkareng-Pangkalpinang mengalami kecelakaan 13 menit setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Senin (29/10).
Pesawat yang mengangkut sebanyak 181 orang dan delapan kru itu jatuh di kawasan Perairan Karawang.
Manajemen Lion Air menyatakan pesawat nahas dengan registrasi PK-LQP jenis Boieng 737 MAX 8 itu diproduksi tahun 2018 dan baru dioperasikan oleh Lion Air sejak 15 Agustus 2018.
Pesawat dikomandoi Capt. Bhavye Suneja dengan copilot Harvino bersama enam awak kabin atas nama Shintia Melina, Citra Noivita Anggelia, Alviani Hidayatul Solikha, Damayanti Simarmata, Mery Yulianda, dan Deny Maula. Kapten pilot sudah memiliki jam terbang lebih dari 6.000 jam terbang dan copilot telah mempunyai jam terbang lebih dari 5.000 jam terbang.