"Pada jam 06.22 WIB, pilot menghubungi Jakarta Control dan menyampaikan permasalahan flight control saat terbang di ketinggian 1.700 ft," ucap Haryo dalam pers rilis, Senin (29/10).
Selain masalah pada flight control, pilot juga meminta menaikkan pesawat ke ketinggian 5.000 kaki. Menara kontrol mengizinkan pesawat jenis Boeing 737-300 MAX 8 dengan nomor register PK-LQP itu naik ke 5.000 ft. Beberapa menit kemudian, pesawat hilang dari radar dan tak bisa dikontak kembali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, Bagus belum bisa memberikan keterangan secara spesifik mengenai alasan pilot meminta kembali.
Ia menjelaskan, semua rutenya sudah sesuai yang dilalui oleh pesawat tersebut hingga akhirnya hilang kontak.
Begitu juga dengan mesin pesawat yang diketahui tak ada masalah apapun sebab semuanya sudah melalui proses pemeriksaan.
Namun pada pukul 06.32 WIB, pesawat jenis Boeing 737-300 MAX 8 dilaporkan hilang kontak. Pesawat sempat meminta kembali ke landasan sebelum akhirnya hilang dari radar.
Pesawat dengan nomor register PK-LQP itu membawa total 189 orang yang terdiri atas 178 penumpang dewasa, satu anak, dan dua bayi, serta delapan awak kabin. Hingga kini belum diketahui nasib para penumpang dan awak kabin. (osc/gil)