Dadang awalnya mengira suara tersebut berasal dari petir. "Saat itu saya lagi di pinggir pantai. Ada ledakan, saya kira ledakan petir karena mendung waktu itu," ujar Dadang (52) kepada para pewarta di Pantai Pakisjaya, Senin (29/10).
Meski mendengar suara serupa ledakan itu, Dadang tidak melihat ada pesawat jatuh ataupun asap di arah suara berasal. Ia sadar suara tersebut kemungkinan berasal dari pesawat jatuh stelah menyaksikan pemberitaan dari tayangan berita di televisi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Dadang, perairan tempat suara itu berasal merupakan perairan dangkal dengan kedalaman sekitar 30 meter. Ia mengetahui itu karena beberapa kali pernah memancing di sana.
Kepastian itu diungkapkan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi.
Pesawat tersebut terbang dari Bandara Soekarno Hatta, Banten pada Senin (29/10) pukul 06.20 WIB untuk menuju Pangkalpinang. Namun pada pukul 06.33 WIB, pesawat dilaporkan hilang kontak.
Pesawat sempat meminta kembali ke landasan sebelum akhirnya hilang dari radar. Pesawat membawa total 189 orang yang terdiri atas 178 penumpang dewasa, satu anak, dan dua bayi, serta delapan awak kabin.