Anggota FARA Rubby Cahyady mengatakan ada dugaan kampanye berkedok penerbitan kebijakan saat Jokowi berada di Jembatan Suramadu.
"Patut diduga hal tersebut adalah pelanggaran kampanye atau kampanye terselubung serta diviralkan oleh media masaa. Terlebih di saat peresmian tersebut banyak yang menunjukkan simbol salam satu jari, yang merupakan citra diri selaku calon presiden," kata Rubby di kantor Bawaslu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rubby mengamini bahwa Jokowi tidak ikut berpose satu jari seperti dalam bukti foto yang disertakan. Selain itu, Jokowi pun tidak mengutarakan kalimat ajakan untuk memilihnya pada Pilpres 2019 saat berada di Jembatan Suramadu.
Rubby pun menilai sebenarnya Jokowi tidak perlu datang langsung ke Madura untuk mengumumkan penggratisan tarif tol Jembatan Suramadu. Menurut Rubby, cukup diumumkan oleh menteri yang bersangkutan.
"Jokowi tidak harus datang," kata Rubby.
Laporan Rubby diterima Bawaslu dengan nomor 09/LP/PP/RI/00.00/X/2018 tertanggal 30 Oktober 2018.
Rubby lalu memastikan tidak ada kepentingan partai politik yang membuat dirinya melaporkan Jokowi ke Bawaslu. Dia membantah pelaporan merupakan titipan partai oposisi yang melawan Jokowi pada Pilpres 2019.
"Saya pastikan tidak ada," kata Rubby, "Kami atas nama FARA ingin ikut mewujudkan pemilu yang jujur, bersih, adil, dan bermartabat."