"Mereka membawa bantuan yang akan datang kurang lebih hari Rabu," kata investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Ony Suryo Wibowo di kantor KNKT, Jakarta, Selasa (30/10).
Ony mengatakan personel yang akan tiba di Indonesia berkisar 10 orang. Pihak Boeing yang ikut dalam rombongan merupakan teknisi pesawat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amerika Serikat bukan satu-satunya negara yang menawarkan bantuan kepada Indonesia dalam penanganan kecelakaan pesawat ini. Singapura, Australia, Malaysia, Argentina, dan Arab Saudi diklaim juga ingin membantu proses pencarian dan evakuasi pesawat.
Untuk diketahui sampai saat ini, sudah 28 kantong jenazah dikirim ke RS Polri. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri pun akan melakukan proses identifikasi lewat pencocokan data antemortem dari keluarga dengan postmortem yang ada pada tubuh korban.
Pilot sempat meminta kembali ke landasan sesaat setelah lepas landas. Pilot juga sempat melapor ke ATC Bandara Soetta adanya masalah pada flight control di ketinggian 1.700 kaki dan meminta naik ke ketinggian 5.000 kaki.
Namun pada pukul 06.32 WIB pesawat hilang dari radar dan tak bisa dikontak kembali.
Pesawat dengan register PK-LQP itu membawa 189 orang, terdiri dari 178 penumpang dewas, satu anak, dan dua bayi, serta delapan awak kabin. Basarnas memprediksi seluruh penumpang dan awak kabin tak ada yang selamat. (bin/osc)