"Terus sekarang Presiden disuruh mendekam terus di Istana? Tidak mungkin dong. Ada pekerjaan yang harus dilaksanakan entah di Sabtu, Minggu, atau hari biasa posisi beliau sebagai Presiden tetap berjalan," kata Moeldoko ketika berbincang dengan CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu di Surabaya.
Hal ini disampaikan Moeldoko untuk menyikapi tudingan Jokowi berkampanye dan berusaha menarik perhatian masyarakat melalui pembebasan biaya Jembatan Tol Suramadu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Moeldoko menyatakan Jokowi selaku Presiden dan calon presiden tidak pernah meminta atau menyuruh masyarakat melakukan hal itu. Euforia seperti itu dinilai selalu terlihat ketika Presiden berkunjung ke daerah.
Menurut Moeldoko aksi masyarakat di Suramadu itu tanpa disuruh. Aksi itu bersifat spontan. Dia berkata masyarakat saat ini sudah tidak bisa suruh karena semakin mandiri.
Lebih lanjut Moeldoko mengatakan bahwa Jokowi tahu betul batasan antara sebagai Presiden dan calon Presiden. Contohnya seperti ketika berada di Semarang beberapa waktu lalu. Jokowi tak menggunakan mobil dinas saat menghadiri acara TKN.
Sikap serupa dilakukan beberapa bulan lalu sebelum menunjuk Erick Thohir sebagai Ketua TKN. Beberapa jam sebelum itu, Jokowi menggunakan mobil dinas RI 1 saat mengunjungi rumah Sinta Nuriyah.
"Ini memang menurut saya cara melihatnya harus diluruskan. Semua muncul tiba-tiba dan enggak bisa dihindari. Mungkin yg di sini seandainya diingatkan, begitu ke sana terus gimana lagi? Mau sepanjang jalan diingatkan?" kata Moeldoko. (chri/wis)