Ajakan ini menyusul ancaman PKS mematikan mesin partai di Jakarta dalam pemenangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2 Prabowo-Sandi jika tak diberikan kursi DKI 2.
"Pusat sudah menyerahkan kepada kami, tinggal kami putuskan seperti apa. Makanya saya mau undang tanggal 5 November, sudah dikirim suratnya," ujar Taufik saat dihubungi, Rabu (31/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya kita dialog, masa enggak berani? Pasti ada dialog, apa pandangan dari kami, apa pandangan dari PKS," ucapnya.
Ia pun yakin PKS tidak akan mematikan mesin partai seperti yang diucapkan Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Ahmad Suhaimi.
"Saya yakin enggak akan meninggalkan, kan dia partai besar. Itu hanya akan mengecilkan partainya," lanjut dia.
PKS akan mendukung pemenangan Prabowo-Sandi asal kursi wakil gubernur diberikan kepada mereka. Namun karena tak kunjung direalisasi, PKS mengancam akan mematikan mesin partai.
"Hampir seluruh kader PKS kecewa, terutama anak-muda PKS. Kader-kader itu mengancam akan matikan mesin partai untuk Prabowo-Sandi jika janji Gerindra soal Wagub DKI tidak dipenuhi," ujar Abdurrahman kepada CNNIndonesia.com, Senin (29/10). (dhf/osc)