"Sampai sekarang 128 penumpang yang berasal dari Babel menjadi korban musibah," kata Erzaldi dalam wawancara dengan CNNIndonesia TV di Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (31/10).
Erzaldi merinci, dari 128 penumpang itu kebanyakan bertempat tinggal di Pulau Bangka. "Hanya tiga yang dari Pulau Belitung," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kata Erzaldi, sejumlah keluarga korban telah mendatangi Posko di bandara Depati Amir, Pangkal Pinang. Namun, ada satu keluarga penumpang yang belum mendatangi Posko, dan Pemprov babel sedang mencari keluarga tersebut.
"Keluarga atas nama Wahyu Susilo masih kami cari, kami sudah menyampaikan ke agen travel, sehingga bisa menemukan keluarganya," kata Erzaldi.
Para keluarga itu, kata Djohan, datang ke JICT untuk sekadar mengecek keberadaan keluarganya yang menjadi korban.
"Dia mau memastikan ada keinginan untuk sekalipun hanya memegang dan meyakinkan bahwa itu betul enggak benda milik tersebut daripada korban," tegas dia.
Menurut Erzaldi, keluarga korban berharap agar korban cepat ditemukan dan diidentifikasi.
"Sekarang ini kita siapkan menerima jenazah untuk pemakaman, dan sementara berkoordinasi dengan keluarga. Korban semua kita fasilitasi," katanya.