Jungkir Balik Penyelam Cari dan Evakuasi Korban Lion Air

Dias Saraswati, CNN Indonesia | Kamis, 01/11/2018 15:00 WIB
Penyelam terjun ke laut untuk melakukan pencarian dan evakuasi korban dan pesawat Lion Air JT-610. (REUTERS/Beawiharta)
Karawang, CNN Indonesia -- Lelah dan panasnya terik matahari tak menyurutkan semangat para penyelam dari Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) TNI AL untuk melakukan proses penyisiran untuk mencari dan mengevakuasi korban pesawat Lion Air JT-610.

Penyelam Dislambair TNI AL memang diberikan tugas khusus untuk melakukan pencairan di bawah air, baik puing maupun korban dari pesawat Lion Air yang diperkirakan jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat.

Penyelaman oleh Dislambair diantar menggunakan dua kapal, yakni LCU KRI Banda Aceh 593-1 serta sebuah perahu karut bermesin. Kapal yang ditumpangi penyelam itupun berlayar menuju ke titik lokasi yang sebelumnya sudah ditentukan KRI Rigel 933 lewat side scan sonnar serta multibeam echosounder.



Rabu (31/10) kemarin, setidaknya ada dua titik lokasi yang sudah ditentukan. Penentuan titik itu didasarkan pada temuan suspect object yang diduga merupakan bagain pesawat Lion Air tujuan Jakarta-Pangkal Pinang tersebut.

Mengenakan kaus biru lengan panjang bertuliskan 'Penyelam TNI-AL' serta celana pendek berwarna cokelat, para penyelam bersiap diri untuk melakukan penyelaman di LCU KRI Banda Aceh.

Cuaca hari itu terbilang cerah, bahkan panas matahari bisa dikatakan cukup terik. Di satu sisi, ombak terbilang bersahabat untuk menyelam guna melakukan penyisiran di bawah air.

Saat menuju ke titik lokasi, ada sebagian besar penyelam yang mengecek peralatan, ada yang bersantai, ada pula yang memanfaatkannya untuk beristirahat sejenak.

Jungkir Balik Penyelam Mencari dan Evakuasi Korban Lion AirTim selam di LCU KRI 593-1 saat proses evakuasi pesawat Lion Air JT-610 di Laut utara Karawang, Jabar, 1 November 2018. (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati)

Tiba di titik lokasi, mereka bergegas memulai melaksanakan tugas. Sejumlah penyelam, kemudian berpindah ke perahu karet untuk lebih memudahkan pergerakan.

Setelah mengenakan pakaian selam lengkap serta perlengkapan alat selam, dua penyelam yang ditugaskan pun menunggu aba-aba dari Mayor Laut (S) Thomas untuk memulai penyelaman.

Sementara penyelam lainnya yang tak sedang menyelam juga tak berarti tinggal diam. Mereka tetap bertugas seperti ada yang menjadi pencatat data-data, memonitor waktu penyelaman, dan sebagainya.

Sekitar 20 menit menyelam, kedua penyelam itu pun naik ke permukaan dan kemudian melaporkan hasil temuan mereka. Nyatanya, yang mereka temukan bukanlah bagian dari pesawat Lion Air. Melainkan sebuah bangkai kapal karam.

Keduanya pun segera berpindah kembali ke LCU KRI Banda Aceh. Setelah melepas pakaian selam, mereka tak langsung beristirahat, tetapi langsung melakukan koordinasi dengan tim penyelam Dislambair.

Kadislambair Kolonel Laut (E) Monang Sitompul kemudian memutuskan untuk bergerak ke titik lokasi kedua untuk diteliti.

Di tengah perjalanan tersebut, para penyelam pun tak melupakan kewajibannya untuk melaksanakan salat zuhur. Mereka pun berwudhu dengan memanfaatkan sebuah keran yang ada di LCU tersebut.

Alas untuk salat pun hanya seadanya saja, termasuk kantong jenazah yang masih bersih.

Jungkir Balik Penyelam Mencari dan Evakuasi Korban Lion AirAnggota tim selam melakukan ibadah berjemaah di tengah proses upaya evakuasi Lion Air JT-610 di laut utara Karawang, 31 Oktober 2018. (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati)


Baca di halaman berikutnya: Harapan yang muncul pada hari keempat pencarian...

Penemuan Kotak Hitam Bukan Akhir Misi

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2