Kondisi Indonesia Jadi Alasan Cucu Pendiri NU Gabung Prabowo

CNN Indonesia | Kamis, 01/11/2018 21:02 WIB
Kondisi Indonesia Jadi Alasan Cucu Pendiri NU Gabung Prabowo Cucu pendiri Nahdlatul Ulama Hasyim Asy’ari, Irfan Yusuf Hasyim. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho).
Jakarta, CNN Indonesia -- Irfan Yusuf Hasyim, cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Hasyim Asy'ari, mengatakan kondisi Indonesia sudah berbeda dalam empat tahun terakhir era pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Hal itu menjadi alasan Irfan bergabung dan menjadi Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

"Kita seperti tidak di Indonesia lagi, di mana setiap orang masing-masing saling memaki, saling mengejek, saling bertentangan dan itu terbuka secara umum," tutur pria yang akrab disapa Gus Irfan tersebut di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Jakarta, Kamis malam (1/11).

"Dan ini harusnya bisa diminimalisir oleh pemimpin kita," lanjutnya.


Hal lain yang menurutnya Indonesia berbeda dalam empat tahun ke belakang, yakni seputar kondisi ekonomi yang tak kunjung membaik. Menurutnya, banyak masyarakat khususnya di pedesaan terjepit dengan kondisi ekonomi dalam empat tahun terakhir.

Bukan tanpa alasan. Gus Irfan mengatakan hal itu berdasarkan apa yang dilihat dan didengarnya dari para petani tebu di kampung halamannya.

"Saya ini tinggal di pedesaan. Saya ini petani tebu juga. Saya tahu bagaimana mereka menangis tebu. Mereka menangis harga gula sekarang. Itu sudah susah," ucap Gus Irfan.

"Saya ketemu orang-orang kecil di sana, tahu saya [kondisi] semua," lanjutnya.

Gus Irfan juga mengatakan dirinya menjabat sebagai Ketua Lembaga Perekonomian di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Oleh karena itu, dia mengklaim tahu betul keluhan masyarakat soal ekonomi.

"Saya di NU, kebetulan menjadi wakil ketua lembaga perekonomi di NU pusat, jadi ya saya tahu persis kondisi kita," kata Gus Irfan.

Gus Irfan menganggap Prabowo-Sandi memiliki program yang dibutuhkan untuk memperbaiki kondisi ekonomi. Tentu dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Gus Irfan berharap dirinya dapat membantu BPN Prabowo-Sandi dalam mensosialisasikan program-program ekonomi. Khususnya yang berkaitan dengan ekonomi keumatan.

"Saya kira dengan banyaknya ide-ide dari Bang Sandi bisa kita sinergikan supaya bisa bermanfaat kepada umat," kata Gus Irfan. (bmw/osc)