"Kita seperti tidak di Indonesia lagi, di mana setiap orang masing-masing saling memaki, saling mengejek, saling bertentangan dan itu terbuka secara umum," tutur pria yang akrab disapa Gus Irfan tersebut di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Jakarta, Kamis malam (1/11).
"Dan ini harusnya bisa diminimalisir oleh pemimpin kita," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukan tanpa alasan. Gus Irfan mengatakan hal itu berdasarkan apa yang dilihat dan didengarnya dari para petani tebu di kampung halamannya.
"Saya ketemu orang-orang kecil di sana, tahu saya [kondisi] semua," lanjutnya.
"Saya di NU, kebetulan menjadi wakil ketua lembaga perekonomi di NU pusat, jadi ya saya tahu persis kondisi kita," kata Gus Irfan.
Gus Irfan menganggap Prabowo-Sandi memiliki program yang dibutuhkan untuk memperbaiki kondisi ekonomi. Tentu dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Gus Irfan berharap dirinya dapat membantu BPN Prabowo-Sandi dalam mensosialisasikan program-program ekonomi. Khususnya yang berkaitan dengan ekonomi keumatan.
"Saya kira dengan banyaknya ide-ide dari Bang Sandi bisa kita sinergikan supaya bisa bermanfaat kepada umat," kata Gus Irfan. (bmw/osc)