"Karena kan nama-namanya yang ada yang sama. Misalnya namanya Karmin, kan banyak sekali Karmin. Nah kita harus lacak satu-satu," ujar Zudan ketika berkunjung ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Kamis (1/11) petang.
"Jadi manifes itu petunjuk, bahan, bukan satu-satunya alat ukur," ucap Zudan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berangkat dari ini, sidik jari jenazah akan dipindai melalui sebuah alat dan dibaca kecocokannya ke basis data. Sidik jari yang dipindai harus lebih dari satu, sebab kalau hanya satu masih ada kemungkinan serupa dengan sidik jari orang lain. Sementara tak ada jaminan jasad yang datang dalam keadaan utuh.
Pun ketika ada jasad yang sudah teridentifikasi, mereka tetap mengecek ulang ke basis data untuk memastikan bahwa identitas jasad itu tepat 100 persen.
Tim evakuasi masih melakukan pencarian korban. Hingga per Kamis (1/11) sekitar pukul 10.00 WIB, jumlah korban yang dievakuasi sudah sebanyak 65 kantung jenazah dalam bentuk bagian tubuh. Kantung ini sudah langsung diserahkan ke RS Polri Kramat Jati.
Sementara di RS Polri, korban yang sudah diidentifikasi baru Jannatun Cyntia Dewi, perempuan asal Sidoarjo. Identifikasi belum banyak membuahkan hasil karena informasi yang dikandung di jenazah yang sudah ditangani oleh tim disaster victim identification (DVI) masih sangat minim. (bin/dea)