KPK Periksa Istri Mantan Sekretaris MA Nurhadi

CNN Indonesia | Jumat, 02/11/2018 14:41 WIB
KPK Periksa Istri Mantan Sekretaris MA Nurhadi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, 2016. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan istri mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhahadi Abdurrachman, Tin Zuraida dalam kasus dugaan suap chairman PT Paramount Enterprise Internasional, Eddy Sindoro.

"Tin Zuraida diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ESI [Eddy Sindoro]," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah lewat pesan singkat, Jumat (2/11).

Tin saat saat ini menjabat staf ahli Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) bidang politik dan hukum.


Dua tahun lalu, ia kerap menghiasi pemberitaan terkait dengan sengkarut kasus dugaan suap dalam upaya peninjauan kembali (PK) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang menyeret suaminya, Nurhadi.

Tin maupun Nurhadi juga beberapa kali mondar-mandir ke KPK untuk memenuhi pemeriksaan penyidik. Mereka lebih banyak bungkam ketika ditanya awak media.

Selain itu, rumah Tin dan Nurhadi di Jalan Hang Lekir, Jakarta Selatan, juga pernah digeledah penyidik KPK terkait kasus dugaan suap PK. Saat penggeledahan itu, Tin diduga merobek-robek sejumlah dokumen dan membuangnya ke toilet. KPK juga menyita uang Rp1,7 miliar.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Eddy sebagai tersangka suap kepada mantan Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution, pada akhir 2016. Eddy diduga memberikan sejumlah uang kepada Edy Nasution terkait pengurusan peninjauan kembali (PK).

Belakangan diketahui Eddy telah berada di luar negeri sebelum ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik lembaga antirasuah. Selama dua tahun menghilang, Eddy kerap pindah-pindah negara, mulai dari Malaysia, Singapura, Thailand, hingga Myanmar.

Dalam proses penyidikan ini, KPK turut menduga Nurhahadi Abdurrachman terlibat dalam kasus dugaan suap ini.

Nurhadi mengaku mengenal dekat Eddy sejak masih duduk di bangku SMA. Nurhadi juga sudah beberapa kali mondar-mandir ke Gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan.

(fra/arh)