Pidato Prabowo soal 'Tampang Boyolali' Berujung Kontroversi

CNN Indonesia | Jumat, 02/11/2018 17:31 WIB
Pidato Prabowo soal 'Tampang Boyolali' Berujung Kontroversi Pidato Prabowo Subianto soal 'Tampang Boyolali' memicu kontroversi. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pidato calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto di Boyolali, Jawa Tengah, pada Selasa (30/10) lalu memicu kontroversi di sebagian masyarakat. Pro dan kontra mencuat setelah dalam pidato itu Prabowo secara bercanda mengatakan "Tampang Boyolali" mungkin tak pernah memasuki hotel mewah di Jakarta.

Guyonan itu dilontarkan di depan peserta yang hadir di acara peresmian Kantor Badan Pemenangan Prabowo-Sandi di Boyolali, Jawa Tengah. Konteks pidato Prabowo saat itu adalah soal kemiskinan di Indonesia.

Dilansir dari akun Youtube Gerindra TV, Prabowo mengawalinya dengan menyatakan bahwa bangsa Indonesia tidak menguasai perekonomiannya sendiri. Itu terlihat dari deretan gedung dan hotel mewah yang menjulang di Jakarta.


"Saya memberi usia saya untuk bangsa ini. Saya memberi jiwa dan raga saya untuk bangsa ini tapi begitu saya keliling Jakarta, saya lihat gedung-gedung mewah, gedung-gedung menjulang tinggi, hotel-hotel mewah," kata Prabowo di hadapan warga yang hadir.

Prabowo lalu menyebut sejumlah gedung dan hotel mewah tersebut. Di antaranya Hotel The Ritz-Carlton dan Hotel The St. Regis. Kedua hotel itu berlokasi di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, dan termasuk hotel asing yang juga beroperasi di sejumlah negara lain.

"Sebut saja hotel mana di dunia yang paling mahal, ada di Jakarta. Ada Ritz Carlton, ada apa itu, Waldorf Astoria Hotel. Namanya saja kalian tidak bisa sebut. Ada St Regis dan macam-macam itu semua tapi saya yakin kalian tak pernah masuk hotel-hotel tersebut. Betul?" kata Prabowo yang langsung dibenarkan oleh peserta yang hadir.

"Kalian kalau masuk mungkin kalian diusir karena tampang kalian tidak tampang orang kaya. Tampang kalian, ya, tampang-tampang Boyolali ini," Prabowo mengatakan diiringi tawa hadirin.

Sebagai prajurit, Prabowo melanjutkan, dirinya tak rela rakyat tidak memiliki negaranya sendiri.

"Saya tidak rela. Saya tidak rela. Dan karena itulah saya melihat rakyat saya masih banyak yang tidak mendapat keadilan dan tidak dapat kemakmuran dan tidak dapat kesejahteraan. Bukan itu cita-citanya Bung Karno...." ujar Prabowo.

Pidato Prabowo tersebut menjadi topik terpopuler di media sosial Twitter hari ini, Jumat (2/10). Warganet mencuitkan tagar #SaveMukaBoyolali untuk merespons pidato itu. 

Tagar itu bahkan sempat memuncaki daftar trending topic Indonesia. Ada yang mendukung ucapan Prabowo, namun tak sedikit yang menyindir mantan Danjen Kopassus itu.

Pidato "Tampang Boyolali" Prabowo bahkan diadukan oleh seorang warga. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Cyber Indonesia, Muannas Alaidid.

Dalam keterangan yang diterima CNNIndonesia.com, Muannas rencananya akan mendampingi seorang warga bernama Mas Dakun dari Teras Boyolali untuk melaporkan Prabowo ke Polda Metro Jaya pada Jumat sore ini.

Prabowo dilaporkan dengan Pasal 4 junto Pasal 16 UU No 40 tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi Ras dan Etnis, dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).
[Gambas:Youtube] (wis)