Tim Prabowo: Wong Kita Surplus Jagung, Kok Impor?

CNN Indonesia | Senin, 05/11/2018 14:17 WIB
Tim Prabowo: Wong Kita Surplus Jagung, Kok Impor? Koordinator jubir pasangan Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mempertanyakan kebijakan impor jagung yang diambil oleh pemerintah tahun ini di saat kondisinya diklaim tengah surplus.

"Wong kita surplus jagung, kok impor?" kata Koordinator Juru Bicara Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, kepada CNNIndonesia.com, Senin (5/11).

Diketahui, pemerintah melakukan impor jagung untuk pakan ternak sebanyak 100 ribu ton yang berlaku sampai Desember 2018.


Sekretaris Jenderal Kementan Syukur Iwantoro mengatakan kondisi jagung nasional mengalami surplus. Rinciannya, proyeksi produksi jagung hingga akhir tahun mencapai 30,4 juta ton, konsumsi jagung nasional 18 juta ton dan ekspor 380 ribu ton. Sementara impor itu disebut dilakukan demi stabilitas harga.

Berkaca dari data itu, Dahnil menyebut seharusnya pemerintah tak mengambil kebijakan impor. Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah itu khawatir kebijakan itu akan dimanfaatkan oleh oknum pejabat.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memanen jagung BISI-18 saat panen raya jagung di lahan petani binaan PT BISI International Desa Pohkecik, Dlanggu, Mojokerto, Jawa Timur, 2016.Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memanen jagung BISI-18 saat panen raya jagung di lahan petani binaan PT BISI International Desa Pohkecik, Dlanggu, Mojokerto, Jawa Timur, 2016. (ANTARA FOTO/Syaiful Arif)
"Jadi jangan sampai impor digunakan sekedar untuk berburu rente," ujarnya.

Menurut Dahnil, pemerintah seharusnya bisa memaksimalkan penyediaan kebutuhan pokok, seperti beras, jagung, tebu, hingga garam, agar tak perlu impor.

Pasangan Prabowo-Sandi, lanjut Dahnil, pun bertekad tak akan melakukan impor kebutuhan pokok bila terpilih pada Pilpres 2019. Setelah kebutuhan dalam negeri nantinya terpenuhi, Indonesia bisa menjadi pemasok pangan bagi negara-negara lain.

"Jadi yang dimaksud Pak Prabowo tidak impor sama sekali itu terkait dengan komoditi dan produk primer yang harusnya bisa kita maksimalkan di dalam negeri, seperti beras, jagung, singkong, tebu, garam, dan lain-lain," ujarnya.

Sebelumnya, Prabowo berjanji tak akan impor apapun jika terpilih menjadi presiden pada Pilpres 2019. 

Prabowo menyatakan tak akan melakukan impor baik di bidang pangan hingga energi. Dia berjanji membawa masyarakat Indonesia berdiri di atas kaki sendiri dengan menjalankan swasembada pangan maupun energi.

"Kita tidak akan impor apa-apa saudara-saudara sekalian! Kita harus dan kita mampu swasembada pangan! Mampu! Kita juga harus dan mampu swasembada energi, swasembada bahan bakar," kata Prabowo. (fra/arh)