Pernyataan ini menyusul kekhawatiran sebagian pihak terhadap proses identifikasi yang terus dilakukan pada hari kedelapan usai kejadian.
"Jangan khawatir, DNA terdapat dalam sel, inti sel, jumlahnya banyak. Jika rusak lima, masih ada tiga, masih bisa diperiksa," ucap Kepala Lab DNA Pusdokkes DVI Mabes Polri Kombes Pol. dr Putut T Widodo dalam jumpa pers di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta, Senin (5/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Putut menyebut Tim DVI masih bisa melakukan identifikasi potongan tubuh korban meski pencarian terus berjalan hingga beberapa minggu ke depan.
Sudah ada 27 korban yang teridentifikasi dari 48 kantong jenazah yang telah ditelaah. Ia tak menutup kemungkinan ada bagian tubuh lain yang nantinya ditemukan dari korban yang telah teridentifikasi.
"Identifikasi ini berdasarkan bagian tubuh pertama yang memunculkan nama. Moga-moga nanti ditemukan bagian lain yang identik," tuturnya.
Kepala Bidang DVI Pusdokkes Polri, Komisaris Besar Lisda Cancer mengatakan hasil identifikasi tim DVI itu bakal langsung diserahkan ke pihak keluarga korban pesawat Lion Air dengan register PK-LQP.
"Untuk serah terima kami upayakan malam ini diserahkan semua. Keluarga korban sudah dipanggil," ucap Lisda.
Jumlah temuan masih akan terus bertambah mengingat Basarnas memperpanjang masa evakuasi hingga Rabu (7/11).
Insiden Lion Air dengan register PK-LQP terjadi pada Senin pekan lalu. Berdasarkan manifest penerbangan, pesawat rute penerbangan Jakarta-Pangkalpinang itu mengangkut 189 penumpang. (wis)