"Jangan menghina pihak lain, jangan terprovokasi dan terpengaruh melihat berita yang tidak benar, bahasa kita tabayyun dulu, jangan begitu percaya dan tetap menjaga keutuhan bangsa," ujarnya, Selasa (6/11).
Hal itu dikatakannya di depan sekelompok masyarakat yang mengatasnamakan Alim Ulama dan Keluarga Besar Nahdhatul Ulama se-Jakarta Barat yang mengunjungi kediamannya, di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, sejak Selasa (6/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ma'ruf Amin berterima kasih atas dukungan tersebut. Ia pun menyinggung pentingnya menjaga nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan saat Pemilu berlangsung
Calon presiden nomor 02 Prabowo Subianto, di Bogor, Jawa Barat, Senin (22/10). Ia dilaporkan ke kepolisian lantaran ucapan 'tampang Boyolali'. (Tim Prabowo Subianto) |
"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memilih pasangan terbaik. Sinergi umaro [pemimpin] dan ulama pada hari pencoblosan. Bela ulama, dukung ulama, pilih ulama, bersama 01 Indonesia maju," kata Fahrurrozy.
Tak hanya itu, Fahrurrozy menyatakan Keluarga Besar NU se-Jakarta Barat turut berperan aktif merawat persatuan dan semangat Bhinneka Tunggal Ika saat Pilpres berlangsung
"Mengedepankan persatuan dan kesatuan yang berpihak pada semahgat ukhuwah islamiyah ukhuwah wathoniyah dan ukhuwah basyariah," kata dia.
Diketahui, kasus dugaan saling hina di hadapan publik tengah terjadi antara dua kubu di Pilpres 2019. Ini dimulai dengan ucapan 'tampang Boyolali' yang dilontarkan oleh capres nomor urut 02 Prabowo Subianto. Hal itu kemudian dilaporkan oleh warga ke kepolisian.
(rzr/arh)
Calon presiden nomor 02 Prabowo Subianto, di Bogor, Jawa Barat, Senin (22/10). Ia dilaporkan ke kepolisian lantaran ucapan 'tampang Boyolali'. (