Ismail memandang keputusan Yusril merapat ke kubu Jokowi-Ma'ruf dalam kapasitasnya sebagai pengacara profesional. Yusril disebut memiliki hak untuk menjadi klien dari mana saja termasuk sebagai klien HTI sekaligus Jokowi-Ma'ruf.
"Ya boleh saja, kan. Itu hak profesional dia. Lagi pula kan beliau sebagai kuasa hukum kita dalam hal gugatan HTI tehadap Menkumham. Jadi, sekarang dia menjadi lawyer pasangan capres cawapres nomor 01 itu dua hal yang beda," ujar Ismail kepada CNNIndonesia.com pada Selasa (6/11) melalui sambungan telepon.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kira tidak bisa dimaknai seperti itu. Yusril juga katakan tidak bisa kesediaan dia menjadi lawyer dimaknai mendukung pasangan calon 01," tuturnya.
Lihat juga:Jokowi Puji Profesionalitas Yusril |
Yusril sebagai kuasa hukum HTI juga sempat mengancam akan mensomasi semua pihak yang menyebut HTI sebagai organisasi terlarang.
Yusril Ihza Mahendra jadi kuasa hukum Jokowi-Ma'ruf. (CNN Indonesia/Artho Viando) |
"Hingga hari ini beliau masih memegang surat kuasa kami untuk kasasi ke Mahkamah Agung," imbuh Ismail.
Status Yusril sebagai pengacara Jokowi-Ma'ruf pun disebut Ismail tak mencerminkan sikap politik PBB. Menurut Ismail, PBB justru lebih mesra dengan Prabowo Subianto.
"Saya kira ini langkah pribadi, bukan sebagai Ketum PBB. Kalau PBB lebih cenderung ke pasangan 02, ya, menurut saya. Tapi itu kan persoalan beliau," kata dia.
HTI, tegas Ismail, tak akan mendukung pemimpin yang ingkar janji dan menzalimi.
"Masa kami dukung pemimpin yang ingin membubarkan kami," ujar Ismail tanpa menyebut nama pemimpin yang dia maksud ingkar janji dan zalim itu.
Yusril pada Senin lalu resmi menjadi pengacara pasangan Jokowi-Ma'ruf selama Pilpres 2019. Hal itu dikatakan sendiri oleh Yusril saat dihubungi CNNIndonesia.com.
Dia menegaskan sebagai pengacara siap membela Jokowi-Ma'ruf dari pihak-pihak yang menyerangnya. Namun Yusril menyatakan statusnya sebagai pengacara Jokowi-Ma'ruf tidak mencerminkan sikap politiknya.
"Jika ada hak Pak Jokowi dan Pak Ma'ruf yang dilanggar, beliau dihujat, dicaci dan difitnah misalnya, tentu saya akan melakukan pembelaan dan menunjukkan fakta yang sesungguhnya atau sebaliknya, agar segala sesuatunya dapat diletakkan pada proporsi yang sebenarnya," kata dialewat pesan singkat, Senin (5/11). (kst/wis)
Yusril Ihza Mahendra jadi kuasa hukum Jokowi-Ma'ruf. (CNN Indonesia/Artho Viando)