Nasib Kursi Wagub DKI Jakarta di Tangan DPP PKS

CNN Indonesia | Rabu, 07/11/2018 07:04 WIB
Nasib Kursi Wagub DKI Jakarta di Tangan DPP PKS Pertemuan PKS dan Gerindra bahas kursi wagub DKI. (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perihal siapa pihak yang akan mengisi kursi wakil gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Salahuddin Uno menemui titik terang.

Gerindra dan PKS, selaku pengusung Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019, sudah sepakat mengenai sosok di kursi DKI-2 itu pada awal pekan ini. Kesepakatan yang dimaksud yakni kursi Wagub DKI Jakarta akan menjadi milik PKS. Hal itu merupakan mufakat bersama setelah kedua pihak mengadakan pertemuan di kantor DPP Gerindra, Senin (5/11).


Nantinya, Gerindra dan PKS akan membentuk suatu badan untuk menyeleksi kader PKS yang berniat menjadi pengganti Sandiaga. Badan tersebut akan menghasilkan dua nama untuk disodorkan ke Gubernur DKI Jakarta lalu dibawa ke Sidang Paripurna DPRD DKI Jakarta guna disahkan jadi pengisi kursi DKI-2.


Informasi yang beredar sejauh ini, ada dua nama yang paling berpotensi menjadi wagub DKI Jakarta. Mereka adalah sekretaris umum DPW PKS Jakarta Agung Yulianto dan mantan Wakil Wali Kota Bekasi Achmad Syaikhu.

Kedua nama itu pertama kali mencuat karena diucapkan Presiden PKS Sohibul Iman pada September lalu. Kala itu, Sohibul yang sedang berada di rumah Ketum Gerindra Prabowo Subianto, mengatakan DPP PKS mengusulkan dua nama kepada Gerindra.

Sulit Muncul Nama Baru

Ketua DPW PKS DKI Jakarta Syakir Purnomo menjelaskan Gerindra dan partainya telah menjalin kesepakatan baru, yakni soal pembentukan badan untuk menyeleksi wagub DKI.

Seleksi dilakukan guna mencari nama terbaik untuk disodorkan ke Gubernur DKI lalu dibawa ke Sidang Paripurna DPRD. Dia pun mengatakan partainya masih membuka kemungkinan bagi kader PKS selain Agung Yulianto dan Achmad Syaikhu untuk ikut seleksi.

"Apakah kemudian akan ditambah lagi, misal dimasukkan dalam fit and proper test itu kemungkinan tetap ada. Kita buka peluang itu, siapa namanya ya nanti kita coba akan konsultasikan juga, kita kan mendengar masukan dari teman-teman kader," ujar Syakir di DPP Gerindra, Jakarta, Senin (5/11).

Nasib Kursi Wagub DKI Jakarta di Tangan DPP PKSAchmad Syaikhu. (Detikcom/Dikhy Sasra)
Walaupun begitu, Syakir memberi sinyal tidak akan ada nama baru selain Agung dan Achmad Syaikhu untuk disodorkan jadi pengisi kursi DKI-2.

"Tradisi kita, kader itu tidak inisiatif daftar sendiri. Jadi kita tidak meminta jabatan. Tetapi begitu diberikan amanat, diberi jabatan untuk berkhidmat kepada masyarakat, maka kita akan total. Kita akan all out. Menuntaskan tugas itu," ucap Syakir saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (6/11).

Pengajuan nama Agung dan Syaikhu, Syakir mengatakan keduanya pun tidak meminta. Dia menjelaskan nama dua sosok itu muncul sebagai hasil musyawarah di tingkat DPP.

Oleh karena itu, apabila ada nama lain yang ingin ikut seleksi wagub DKI Jakarta melalui badan yang dibentuk Gerindra dan PKS, harus mendapat restu dari DPP PKS terlebih dahulu.

"Kami sih berharap, karena dua nama ini hasil syuro, hasil musyawarah, hasil keputusan DPP yang insyaallah di dalamnya orang-orang kredibel dan sudah memepertimbangkan berbagai aspek, ya dua nama ini," ucap Syakir.

"Apabila ada tambahan itu adalah kewenangan tingkat pusat," ujarnya.

Berharap Selesai Tahun Ini

Syakir mengatakan Gerindra dan PKS belum memiliki tenggat waktu kapan akan menyodorkan dua nama calon wagub DKI Jakarta ke Anies Baswedan.

"Sebelum 2018 habis sudah klir. Mudah-mudahan bisa cepat. Akhir November sudah tuntas," ujar Syakir menerangkan harapan PKS.

Menurut Syakir, Anies mesti lekas memiliki pendamping lantaran tugas sebagai pimpinan pemerintah daerah yang begitu banyak. Ia menilai program-program Pemprov DKI Jakarta akan lebih optimal terlaksana jika Anies memiliki pendamping dalam menjalankan tugasnya.

"Ini kan dampaknya ke warga DKI secara umum juga," ucap Syakir.

Syakir lalu enggan berspekulasi perihal proses penunjukkan wagub DKI yang baru. Dia enggan menduga-duga Gerindra akan kembali mengulur waktu seperti sebelumnya.

"Kita husnudzon saja, bahwa gerindra insyaallah akan komitmen untuk itu. Kita akan terus komunikasi. Semoga saja prosesnya lancar dan juga selesai tahun ini," tutur Syakir.

Secara terpisah, Anies berharap siapapun yang disodorkan partai pengusung mengenai pengisi kursi DKI-2 adalah yang mau sejalan dengan visi-misinya.

"Jangan bawa visi sendiri, karena kami berjanji pada warga Jakarta untuk begitu banyak hal dan kita berharap wakil ikut dengan visi itu," kata Anies saat ditemui di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (6/11).



(bmw/kid)