Menurut Ma'ruf, itu adalah hasil kerja Jokowi di periode pertama dan juga dukungan ulama.
Ma'ruf juga menyadari Jawa Barat adalah daerah penting dalan Pilpres 2019. Sebab, Jawa Barat memiliki 32.636.846 pemilih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indopolling Network menyatakan elektabilitas pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf unggul dari pasangan nomor urut 02 Prabowo Sandi di Jawa Barat.
Sementara itu, Alvara Research Center merilis Pulau Jawa masih menjadi panggung Joko Widodo-Ma'ruf Amin dengan persentase 58,1 persen, berbanding 29,2 persen untuk paslon Prabowo-Sandi. Namun tidak bagi wilayah Sumatra.
Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengungguli Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Sumatra. Prabowo-Sandiaga unggul 44,6 persen dan Jokowi-Ma'ruf meraup suara 40 persen.
Besarnya suara Prabowo di Sumatra, kata CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali, bisa dilihat dari nilai historis pemilihan presiden 2014. Saat itu, ia menyebut, Prabowo-Hatta kuat di daerah Sumatra dengan sentimen Islam yang sangat kuat.
"Prabowo unggul misal di Sumbar, Aceh dan Riau," kata Ali dalam rilis survei Pilpres 2019: Dinamika Pergeseran Suara Pemilih, di Jakarta, Selasa (6/11).
Sebelumnya survei Litbang Kompas juga menyebut Jokowi-Ma'ruf unggul di Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. Sementara Prabowo-Sandi unggul di Sumatra. (dhf/dea)