"77 rumah yang hanyut ada di dua kecamatan. Di Kecamatan Lingga Bayu ada 46 rumah yang hanyut. Kemudian di Kecamatan Batang Natal ada 31 rumah," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Madina, M Yasir Nasution, (8/11).
Yasir mengatakan rumah warga hanyut akibat Sungai Batang Natal meluap. Selain banjir, Madina juga dilanda tanah longsor. Ada beberapa titik longsor yang hingga hari ini masih didata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Yasir, satu orang meninggal karena tertimbun tanah longsor. Korban tewas bernama Hafiz (31) warga Desa Sibinail, Kecamatan Muara Sipongi. Saat ini korban sudah ditemukan dan dievakuasi.
Menurut prakirawan BMKG Wilayah I Medan, Lestari Irene Purba kondisi itu disebabkan gangguan cuaca di daerah tekanan rendah di Samudera Hindia.
Lestari pun mengingatkan cuaca ekstrem masih akan mengancam Madina. Dia mengatakan BMKG telah mengumumkan peringatan dini kepada masyarakat.
"Cuaca ini akan terus terjadi hingga dua hari ke depan, di hari ketiga lah, baru hujan akan turun dengan intensitas ringan," kata Lestari.
"Kondisi ini dapat menyebar hingga ke kawasan pegunungan di Sumut, seperti Humbang Hasundutan, Dairi, Pakpak Bharat, dan Karo," ujarnya.
"Peringatan dini ini telah kami teruskan ke sejumlah pihak, seperti BPBD untuk mengambil langkah antisipasi. Masyarakat juga kita imbau untuk tetap waspada," katanya menambahkan.
(fnr/wis)